Pemkot Tangerang Menilai Bank Sampah Tidak Optimal

Pemkot Tangerang Menilai Bank Sampah Tidak Optimal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkot Tangerang Menilai Bank Sampah Tidak Optimal, Berita604

Pemkot Tangerang Menilai Bank Sampah Tidak Optimal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkot Tangerang Menilai Bank Sampah Tidak Optimal, 604, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkot Tangerang Menilai Bank Sampah Tidak Optimal

IMG00139-20131029-1203

TRUSTKOTACOM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, rencananya akan menerapkan program pengelolaan sampah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) mentah, dengan menggunakan sistem teknologi instalasi mesin Clean, Green and Created (CCG) buatan dalam negeri.

Selain untuk mengurangi kapasitas sampah di kawasan TPA Rawa Kucing, teknologi tersebut sengaja diterapkan sebagai persiapan penilaian Adipura Kencana P1.

Meski demikian, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang Agus Sudrajat mengaku, pihaknya tetap akan melanjutkan program-program yang sudah ada, seperti program 1000 bank sampah, yang memakan anggaran pemerintah sebesar Rp 2 Milyar, pada tahun lalu.

“Untuk program 1000 bank sampahnya tetap berjalan. Dan dari 120 bank sampah, yang sudah berjalan saat ini ada sekitar 95 unit. Sisanya tidak optimal,  karena sulitnya merubah perilaku masyarakat,” kata Agus Sudrajat, kepada wartawan, Selasa (29/10/2013).

Untuk itu, pihaknya kini tengah berencana membuat instalasi teknologi CGC, sebuah mesin pengolah sampah menjadi BBM mentah, buatan salah satu perguaran tinggi di Kota Solo.

Dalam pemasangan sarana dan prasarana teknologi itu, pihaknya telah menyediakan anggaran sebesar Rp 3 miliar dari APBD-P 2013.

“Instalasi CGC yang akan dibuat ini bisa mengelola 10 ton sampah per hari dan menghasilkan BBM mentah, dimana sekitar 65 persen kandungannya bisa dikelola menjadi bio diesel, 5 persen menjadi premium, dan sisanya debu sampah,” terang Agus.

Agus menjelaskan, cara kerja instalasi CGC tersebut adalah, dengan membakar sampah di dalam tabung insenerator. Secara otomatis mesin akan melakukan pemilahan sampah-sampah tersebut.

“Nanti output-nya adalah BBM mentah. Tapi untuk jadi solar dan premium harus diolah kembali, kita belum sampai ke pengolahan BBM. Hanya bisa dijual ke produsen,” jelasnya.

Pembangunan infrastuktur instalasi CGC, rencannya akan dimulai pada bulan November dan ditargetkan bisa segera beroperasi awal Januari 2014.

“Instalasi CGC bisa mengurangi 10 ton sampah per hari di TPA Rawa Kucing, dari total produksi sampah Kota Tangerang sebesar 1000-1200 ton per hari. Memang baru bisa mengurangi sedikit, tapi nanti kita akan kembangkan,” katanya.

Agus menambahkan, instalasi CGC ini juga merupakan poin yang akan menjadi penilaian Adipura Kencana tahap 1 (P1), sebagai kegiatan yang bersifat inovatif.

“TPA rawa kucing sudah siap dinilai. Tinggal penyempurnaan dengan teknologi ini,” tukasnya. (ges)