Pemkab Tangerang Terkesan Disalahkan, Tokoh Pantura Angkat Bicara

Pemkab Tangerang Terkesan Disalahkan, Tokoh Pantura Angkat Bicara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Tangerang Terkesan Disalahkan, Tokoh Pantura Angkat Bicara, Berita720

Pemkab Tangerang Terkesan Disalahkan, Tokoh Pantura Angkat Bicara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Tangerang Terkesan Disalahkan, Tokoh Pantura Angkat Bicara, 720, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Tangerang Terkesan Disalahkan, Tokoh Pantura Angkat Bicara

Ahmad Yani Ketua Tokoh Lintas Pantura Kabupaten Tangerang.
Ahmad Yani Ketua Tokoh Lintas Pantura Kabupaten Tangerang.

PANTURA TANGERANG – Sikap Himpunan Masyarakat Tangerang Utara (HIMAPUTRA), yang terkesan menyalahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang atas pengembangan Pembangunan yang dilakukan oleh PT. Agung Sedayu Group, merugikan masyarakat langsung mendapatkan tanggapan dari tokoh masyarakat Pantura yang tergabung dalam Tokoh Lintas Pantura.

Menurut Ketua Tokoh Lintas Pantura, Ahmad Yani, sikap terkesan menyalahkan Pemkab Tangerang itu diketahui beberapa hari lalu saat HIMAPUTRA melakukan diskusi publik di salah satu rumah makan di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

“Diskusi yang digelar HIMAPUTRA itu, tidak sesuai subtansinya alias melenceng dari tema yang ada yakni mengenai revisj dan evaluasi RTRW wilayah Pantura,” protes Ketua Tokoh Lintas Pantura Ahmad Yani yang dilontarkan kepada trustkota.com, Senin (25/12/2017).

Lanjut Yani, dalam diskusi itu, banyak persoalan yang di bahas pada moment diskusi ini justru ke luar dari rel yg sebenarnya. Substansi persoalan diskusi sudah jelas soal mengenai ‘Persfektif Revisi Tata Ruang dan Evaluasi’.

“Tapi, kenapa kenapa diskusinya malah membahas ada masyarakat yang scara personality di rugikan oleh ulah menegement Agung Sedayu Group (ASG), yg memproteksi tanah warga,” tegas Yani.

Yani menambahkan, kalau merasa dirugikan managemen ASG kenapa masyarakat tidak protes ke ASG atau melaporkan hal ini ke polisi.

“Bukan menyalahkan pihak pemda Kabupaten Tangerang. Kalau untuk adanya perubahan RTRW wilayah Pantura kami tokoh dan masyarakat Pantura memang sangat mendukung,” terang Yani lagi.

Yani menegaskan lagi, nengenai menegement ASG dalam pembebasan lahan, termasuk di dalamnya ASG memberdayakan sodara-sodara kita daei Indonesia bagin timur tidak ada campur tangan pihak pemda.

“Itu urusan penjual dan pembeli dalam hal ini PT ASG dan pemilik lahan,” tambah Yani.

Untuk diketahui, HIMAPUTRA saat ini memang mulai gencar memantau pembangunan di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang. Seperti kita ketahui juga wilayah Pantura kini tengah dikembangkan pengembang ASG Untuk dijadikan kawasan hunian dan pusat bisnis. (red/dik)