Pemkab Tangerang Konsen Wujudkan Program Gemah Ripah

Pemkab Tangerang Konsen Wujudkan Program Gemah Ripah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Tangerang Konsen Wujudkan Program Gemah Ripah, Berita916

Pemkab Tangerang Konsen Wujudkan Program Gemah Ripah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Tangerang Konsen Wujudkan Program Gemah Ripah, 916, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Tangerang Konsen Wujudkan Program Gemah Ripah

Kepala Dinas  Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP)  Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik.
Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik.

TANGERANG TRUSTKOTA – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Dinas Keberesihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP), tengah konsen untuk mewujudkan Program Gerakan Masyarakat Mandiri  Sampah (Gemah Ripah). Gemah Ripah, salah satu darii 25 Program Unggulan Bupati Tangerang Zaki Iskandar.

Menurut Kepala Dinas  Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP)  Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, Pemerintah Kabupaten Tangerang, saat ini tengah serius menangani persoalan sampah.  DKPP kini tengah merancang langkah-langkah untuk mensukseskan Program Gemah Ripah.

“Kita sangat konsen di persoalan sampah ini. Seperti kita ketahui bersama untuk menciptakan Kabupaten Tangerang bersih, hijau dan terang benderang, sesuai dengan Visi dan Misi pak bupati kita perlu kerja keras di persoalan sampah ini,” ujar Taufik.

Lanjut Taufik, pihaknya akan  meningkatkan pelayanan penanggulangan sampah semaksimal mungkin. Langkah awal yang sudah dilakukan untuk menanggulangi sampah yakni dengan menempatkan ratusan bak-bak sampah di sejumlah titik yang memiliki volume sampah tinggi. Tak hanya itu,  DKPP juga sudah menempatkan armada pengangkut sampah disetiap Kecamatan.

Taufik menjelaskan,  saat ini volume sampah di Kabupaten Tangerang mencapai 4.200 kubik perhari. Untuk meminimalisir jumlah sampah yang akan diangkut ke Tempat Pembuangan Ahir (TPA) Jatiwaringin, sampah-sampah tersebut akan dibawa terlebih dahulu ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di masing-masing Kecamatan.

“Nantinya, di TPST Kecamatan sampah non-organik dipilah dan sampah organik diolah menjadi kompos. Hanya sampah-sampah yang sudah tidak bisa diolah yang akan dikirim ke TPA Jatiwaringin. Saat ini, baru tujuh dari 29 kecamatan yang sudah memiliki TPST sendiri. Sedangkan untuk Kecamatan lainnya akan menyusul,” terangnya.

Untuk meningkatkan pelayanan penanggulangan sampah, selain akan membangun TPST di masing-masing Kecamatan, DKPP juga akan  menambah sarana dan prasarana lainya.

“Kita juga akan menambah armada pengangkut sampah. Saat ini, kita baru memiliki 141 unit armada pengangkut sampah. Sedangkan untuk idealnya Kabupaten Tangerang harus memiliki 350 unit armada pengangkut sampah,” tambah Taufik. (Cun)