Pemkab Tangerang Ajukan Penghapusan Aset Daerah

Pemkab Tangerang Ajukan Penghapusan Aset Daerah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Tangerang Ajukan Penghapusan Aset Daerah, Berita607

Pemkab Tangerang Ajukan Penghapusan Aset Daerah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Tangerang Ajukan Penghapusan Aset Daerah, 607, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Tangerang Ajukan Penghapusan Aset Daerah

Bupati Tangerang, Ismet Iskandar.
Bupati Tangerang, Ismet Iskandar.

TRUSTKOTACOM – Bupati Ismet Iskandar mengajukan penghapusan barang milik daerah kepada DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis(28/02/2013). Penghapusan aset  bernilai miliaran yang diajukan yaitu berupa bangunan jalan, saluran air, dan gedung sekolah yang berlokasi di wilayah Kecamatan Pagedangan, Kelapa Dua, dan Kecamatan Cisauk.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, Kabupaten Tangerang, Iskandar Mirsad mengatakan, pelepasan sejumlah aset daerah akan dilakukan secara tukar guling atau ruislag dengan pengembang Summarecon dan Bumi Serpong Damai (BSD).  Ruislag tersebut di lakukan bertujuan untuk kemudahan akses serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Intinya, ruislag ini harus memberikan manfaat  bagi warga setempat,” kata Iskandar Mirsad yang ditemui seusai mengikuti paripurna penyampaian penjelasan bupati, mengenai penghapusan barang milik daerah.

Menurutnya, sejumlah  barang milik daerah yang diajukan untuk diruislag, yakni aset di Kelurahan Medang berupa konstruksi jalan 645 meter persegi dan jembatan, dengan nilai Rp 629.246.000, jalan seluas 1.275 m2, gorong-gorong, dan paving blok, dengan nilai Rp 469.380.000. Kemudian di Desa Cijantra berupa jalan 1.290 m2 dan jembatan senilai Rp 441.114.000, serta di Desa Lengkong Kulon berupa jalan 1.631 m2 dan lahan jalan seluas 2.330 m2.

“Selain jalan, dan saluran air, ada satu gedung Sekolah Dasar (SD), yaitu SD Negeri Lengkong Kulon 1, Kecamatan Pagedangan, dengan luas lahan 395,50 m2. Lokasi barang milik daerah yang diajukan untuk diruislag berada di areal pengembangan perumahan Summerecon dan BSD,” tambah Iskandar.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Penghapusan Barang Milik Daerah, Sultoni mengatakan, ada beberapa aspek yang harus menjadi dasar kajian sebelum pelepasan aset ke pihak swasta itu disetujui oleh DPRD. Menurutnya, pihaknya akan mengkaji sejauh mana kebenarannya menurut hukum. Kemudian, apakah ruislag aset itu menguntungkan terhadap perekonimian masyarakat sekitarnya.

” Untuk menghindari persoalan dikemudian hari, kami akan melibatkan berbagai ahli dalam hal ini, agar penghapusan aset itu benar-benar legal,” kata Sultoni yang juga anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari partai PKS. (cun)