Warga Geram , Karaoke Berkedok Futsal Di Lebak ditutup Paksa

Warga Geram , Karaoke Berkedok Futsal Di Lebak ditutup Paksa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Geram , Karaoke Berkedok Futsal Di Lebak ditutup Paksa, Berita863

Warga Geram , Karaoke Berkedok Futsal Di Lebak ditutup Paksa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Geram , Karaoke Berkedok Futsal Di Lebak ditutup Paksa, 863, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Geram , Karaoke Berkedok Futsal Di Lebak ditutup Paksa

IMG_20150115_092108

LEBAK, TRUSTKOTA – Ratusan Masa yang tergabung dalam Masyarakat Desa Aweh , Pondok Pesantren yang ada Di Desa Aweh serta para tokoh Alim Ulama menggelar Aksi Unjuk Rasa Kamis (15/01/2015).

Aksi yang bertujuan untuk menutup tempat Hiburan (karaoke) yang ada Di Rangkasbitung ini berlangsung Di dua titik yakni Tempat Hiburam (karaoke)Desa Aweh Kecamatan Kalanganyar dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak.

Koordinator Lapangan Deden Muhammad Adnan Menyampaikan Asumsi masyarakat ” Tempat kemaksiatan ini harus Ditutup , karena kami tidak merasa menyetujui dibukanya tempat hiburan ini.”katanya.

Lanjut Deden , Kami rasa dalam hal ini Satpol PP Sebul ,Kodim Serta Pemerintah Kabupaten Lebak Mandul, karena membiarkan serta menyetujui diterbitkannya Perbup Hiburan , juga kenapa sebulan setelah penutupan pertama yang dilakukan oleh Satpol PP tempat hiburan ini beroperasi lagi sampai sekarang ?” Tegas Deden.

Sekertaris MUI yang juga ikut berperan dalam aksi ini mengatakan “Tempat kemaksiatan ini tidak terkontrol oleh pemerintah dan aparat Kabupaten Lebak, padahal kami tidak pernah merasa menyetujui dibukanya karaoke ini, dan jika 7 hari setelah aksi ini karaoke tetap tidak ditutup terpaksa warga yang akan menutup paksa” Tegas KH.Ahmad Hudori.

Masih Hudori, Di Rangkasbitung ada Lima tempat Hiburan yang tidak mempunyai ijin Yakni Bima Karaoke yang berkedok bengkel, Aweh karaoke yang berkedok futsal juga resto , Mite yang berkedok warnet , Sugri yang berkedok Resto yang sama dengan Andika Resto, kenapa itu semua dibiarkan ?”Paparnya.

Sementara itu , Asda IV yang mewakili Bupati ketika audiensi mengatakan “Saya tahu di tempat itu banyak Pesantren juga tempat beribadah, jadi saya akan menindak lanjuti secara tegas laporan ini dan akan saya sampaikan kepada Bupati.”kata Asda IV Tajudin.(RIZ)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait