Pemkab Lebak Diminta Serius Awasi Takjil

Pemkab Lebak Diminta Serius Awasi Takjil, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Lebak Diminta Serius Awasi Takjil, Berita626

Pemkab Lebak Diminta Serius Awasi Takjil, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Lebak Diminta Serius Awasi Takjil, 626, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkab Lebak Diminta Serius Awasi Takjil

Ilustrasi
Ilustrasi

LEBAK,TRUSTKOTA- Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak melalui Dinas terkait diminta serius melakukan pengawasan terhadap makanan dan minuman (mamin), terutama terhadap makanan yang akan dikonsumsi pada saat berbuka puasa atau biasa disebut Takjil yang kebanyakan dijajakan di pinggir ruas jalan raya di Kabupaten Lebak ini.

“Ya, kami mendesak Pemkab Lebak benar-benar melakukan pengawasan secara intensif terhadap makanan yang akan dikonsumsi masyarakat untuk berbuka puasa,” kata Presidium,
Front Aksi Mahasiswa Rakyat Banten (Fakrab) Yana Musalev, di Rangkasbitung, Senin (15/6/2015).

Yana meminta, Pemkab Lebak jangan lagi beralasan bahwa ketidakmaksimalan pengawasan dikarenakan terbatasnya anggaran atau kekurangan personel. Ia juga menyarankan, seharusnya para pedagang takjil dan pedagang musiman Ramadhan ditempatkan di lokasi khusus dan dilakukan pembinaan agar menjual produk dan jajanan yang steril dari bahan berbahaya.

“Pedagang yang menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya harus ditindak dan harus diberi punishment karena ini menyangkut kesehatan manusia,” pintanya.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, memastikan, pengawasan terhadap mamin akan dilakukan untuk mencegah beredarnya bahan makanan yang berbahaya.

“Kita bekerja sama dengan BPOM untuk melakukan pengawasan yang terpadu, sehingga hal-hal yang dihawatirkan oleh masyarakat terutama terhadap makanan untuk berbuka puasa tidak terjadi,” kata Kadisperindag Lebak Wawan Ruswandi.

Pihaknya juga menghimbau kepada pedagang untuk tidak menjual makanan atau minuman yang tidak habis kemudian dijual kembali pada keesokan harinya.

“Kadaluarsa itu jangan dijual lagi atau misalnya makanan yang tidak habis hari ini lalu dijual lagi besoknya,”pungkasnya. (Riz)