Beroperasi Sejak 2009, Pemilik Putra Panongan Akui Cuma Miliki SKU

Beroperasi Sejak 2009, Pemilik Putra Panongan Akui Cuma Miliki SKU, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Beroperasi Sejak 2009, Pemilik Putra Panongan Akui Cuma Miliki SKU, Berita946

IMG-20200702-WA0006

TRUST PANONGAN – Pengolahan air di wilayah Panongan diduga menyalahi ketentuan sebagaimana diatur peraturan tentang perizinan. Meski sudah menjalankan usahanya di bidang air bersih sejak 2009 silam, Putra Panongan sebagai pengelola mengaku hanya memiliki Surat Keterangan Usaha (SKU).

Kendati demikian usaha yang dikelola oleh keluarga ini sudah meraup keuntungan besar dari 400 pelanggan yang dimilikinya.

Pengelola air bersih Mohamad Walid mengungkapkan, ihwal berdirinya pengelolaan air bersih ini, lantaran warga kesulitan mendapat pasokan air bersih, terlebih di musim kemarau. Dengan memanfaatkan lahan yang dimilikinya, ia membuat 13 sumur bor dan sumur gali.

Lantaran tidak memiliki keahlian dibidang pengelolaan air, lantas ia hanya menyedot air tanah yang kemudian ditampung ke dalam toren (tangki air).

Tanpa tata kelola air yang benar, air yang diambil secara serampangan tersebut kemudian disalurkan kepada lebih dari 400 pelanggannya yang. Tidak hanya warga di perkampungan dan Desa Panongan saja, warga yang tinggal di komplek perumahan elite Citra Raya juga turut menikmati air tak berizin tersebut.

“Kepala Desa dan Camat mengetahui adanya pengolahan air bersih ini. Selama ini baik-baik saja tidak ada masalah,” ujar Mohamad Walid kepada wartawan dengan nada polos.

Kekinian, walid juga mengaku pernah menjabat sebagai kepala SMK Mandiri Panongan tersebut menjelaskan dirinya hanya mengantongi surat keterangan usaha (SKU) dari Desa. Itupun ia perbaharui ketika ada keperluan dengan perbankan saja. Selebihnya tidak pernah diurus sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara menurut Walid, jika pengelolaan air bersih ini dipersoalkan masalah tarif yang kemahalan, dirinya mengelak. Sebab ia hanya memungut seharga Rp 3.500, Rp4.500 dan Rp5.500 permeter kubik sesuai dengan gradenya masing-masing. Yakni bagi warga yang pemakaiannya di 0-10 meterkubik dengan harga Rp3.500 dan di bawah 50 meter kubik Rp4.500-5.000. Sedangkan di atas 50 meterkubik dihargai Rp5.500 permeter kubik.

“Kalau ada yang mengeluhkan kemahalan ya silahkan saja komplain, itukan disesuaikan dengan pemakaian pelanggan masing-masing,” tandasnya.

Informas yang dihimpun, pengelolaan air bersih diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. Air merupakan kebutuhan bagi mahluk hidup. Dimana dalam pasal 15 ayat (1) disebutkan barang siapa dengan sengaja melakukan pengusahaan air dan atau sumber-sumber air yang tidak berdasarkan perencanaan dan perencanaan teknis tata pengaturan air dan tata pengairan serta pembangunan pengairan sebagaimana tersebut dalam Pasal 8 ayat (1) Undang-undang ini; diancam dengan hukuman penjara selama-lamanya 2 (dua) tahun. (ang/cun)

www.trustkota.com