Pemeliharaan PJU di Lebak Diduga Bermasalah ‎

Pemeliharaan PJU di Lebak Diduga Bermasalah ‎, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemeliharaan PJU di Lebak Diduga Bermasalah ‎, Berita581

Pemeliharaan PJU di Lebak Diduga Bermasalah ‎, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemeliharaan PJU di Lebak Diduga Bermasalah ‎, 581, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemeliharaan PJU di Lebak Diduga Bermasalah ‎

TrustKota.com
TrustKota.com

LEBAK,TRUSTKOTA- Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) tahun anggaran 2014 yang dikelola Dinas Pertambangan. Dan Energi (Distamben) Kabupaten Lebak diduga bermasalah. Pasalnya dari sekitar 886 titik yang semestinya di lakukan pemeliharaan, diduga kuat dalam prakteknya tidak semuanya dipelihara. Padahal titik-titik itu telah ditentukan berdasarkan DPA tahun anggaran  tersebut.

” Pemeliharaan tersebut seharusnya menggunakan cat anti karat, Kap lampu kobra, Pipa stang dan lainnya. Fakta dilapangan banyak titik -titik yang diduga kuat tidak dilakukan pemeliharaan. Jelas disini ada dugaan penyimpangan, “. Ujar Aktivis Pemerhati Pembangunan di Kabupaten Lebak Jafar Sodiq, di Rangkasbitung, Rabu (8/4/2015).

Terkait dengan hal tersebut, kata Jafar, pihaknya berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan. Pasalnya, anggaran untuk kegiatan pemeliharaan PJU ini nilainya tidak sedikit.

“Berdasarkan data APBD II Lebak tahun 2014, nilai untuk pemeliharaan PJU ini mencapai sekitar RP 777.000.000,-. ” Kata Jafar.

Sementara itu, Kabid Energi Distamben Kabupaten Lebak, Omas Irawan membantah pelaksanaan pemeliharaan PJU tahun anggaran 2014 tersebut banyak tidak dipelihara.

” Ah, itu tidak benar, ” Bantahnya, melalui telepon.

Omas juga menjelaskan, nilai anggaran sebesar Rp 777 juta itu, tidak seluruhnya dipergunakan untuk pemeliharaan PJU, melainkan dibagi dua, masing-masing untuk belanja operasional sekitar r Rp 315 juta dan belanja modal sekitar  Rp 461 juta.

” Belanja modal itu antara lain untuk pengadaan barang atau material, ” katanya.

Pada anggaran perubahan, kata Omas, pihaknya mengajukan anggaran tambahan pada APBD perubahan, dan disetujui nilainya sebesar Rp 27 juta. Khusus untuk pengecatan, kata Omas, dipokuskan terhadap PJU tiang oktagonal yang lokasinya di kota Rangkasbitung dan sekitarnya , Wanasalam, Malingping. (Riz)