Pembunuh WNA Jerman di BSD Ditangkap Polisi

Pembunuh WNA Jerman di BSD Ditangkap Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pembunuh WNA Jerman di BSD Ditangkap Polisi, Berita280

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUST TANGSEL – Pelaku pembunuh pasangan suami isteri (pasutri) WNA asal Jerman berinisial K (84) dan isterinya NM, yang ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Giri Loka 2, BSD City, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat malam 12 Maret 2021 lalu, ditangkap polisi.

“Pelaku berinisial WA berusia 22 tahun, telah kami amankan di kediaman saudaranya di bilangan Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat,” kata Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan, Minggu (14/3/2021).

Iman mengungkapkan, pelaku adalah pekerja bangunan yang pernah bekerja di rumah korban melakukan renovasi sejumlah bagian rumah, sehingga paham betul situasi rumah korban.

“Terduga pelaku WA melakukan aksi pembunuhan tersebut seorang diri. Dia memasuki rumah korban dengan memanjat tembok pagar serta menaiki stager dan melalui jendela yang tidak terkunci,” terangnya.

Lanjut Iman, pelaku membunuh korban dengan menggunakan kapak yang ditemuinya di lantai atas rumah. Setelah itu kemudian pelaku kabur dengan membawa handphone dan uang tunai Rp220.000 milik korban.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Angga Surya mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui, pelaku melakukan aksi tersebut didasari rasa sakit terhadap sikap dan perkataan korban.

“Terduga pelaku merasa sakit hati telah diberhentikan sebagai kuli bangunan saat merenovasi rumah korban. Pelaku juga dendam karena kerap dihina oleh korban,” ungkapnya.

Dari pelaku, polisi mengamankan mengamankan sejumlah barang bukti
berupa satu buah kampak dengan bercak darah, dua unit HP, uang tunai Rp220.000 beserta identitas terduga pelaku berupa SIM dan KTP, Jaket dengan bercak darah milik terduga pelaku serta sepeda motor berwarna merah merk Yamaha FreeGo bernopol B 6887 WUA dan pakaian korban.

“Atas pebuatannya, terduga pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun, dan atau Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun,” tandasnya. (red)