Pembangunan Statsiun Maja Habiskan Rp 22,5 Miliar

Pembangunan Statsiun Maja Habiskan Rp 22,5 Miliar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pembangunan Statsiun Maja Habiskan Rp 22,5 Miliar, Berita371

Pembangunan Statsiun Maja Habiskan Rp 22,5 Miliar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pembangunan Statsiun Maja Habiskan Rp 22,5 Miliar, 371, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pembangunan Statsiun Maja Habiskan Rp 22,5 Miliar

Dirjen Perkereta Apian Kemenhub Dwi Atmoko Ketika Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan  Statsiun Maja tadi siang
Dirjen Perkereta Apian Kemenhub Dwi Atmoko Ketika Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Statsiun Maja tadi siang

TRUSTKOTA LEBAK- Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwi Atmoko mengatakan transportasi angkutan kereta api memiliki keunggulan dibandingkan angkutan lain.

“Keunggulan kereta api itu antara lain kecepatan, ketepatan waktu tempuh, kenyamanan, keselamatan, menampung banyak penumpang, irit bahan bakar dan ramah lingkungan,” kata Hermanto saat acara “Ground Breaking” Pembangunan Stasiun Maja Kabupaten Lebak, Rabu  (25/06/2014).

PT KAI tahun 2008 telah membangun jalur ganda Serpong-Parungpanjang-Maja dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan 2013.

Sementara jalur ganda KA Parungpanjang-Maja sepanjang 20,97 kilometer sedang dilaksanakan penyelesaian dan akan dilaksanakan pengoperasianya awal 2015.

“Pembangunan jalur ganda itu merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan di wilayah Jabotabek dan Banten,” katanya.

Dwi juga menjelaskan pengoperasian jalur ganda itu bisa mengatasi kepadatan lalu lintas, karena saat ini cenderung kendaraan roda dua semakin banyak.

Karena itu, angkutan kereta api merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas Sebab kereta api memiliki keunggulan dibandingkan angkutan lainnya, seperti kecepatan, ketepatan waktu tempuh, kenyamanan, keselamatan, menampung banyak penumpang, irit bahan bakar dan ramah lingkungan.

Lanjut Dwi, masyarakat hingga kini mencintai angkutan kereta api maupun Commuter Line, selain terjamin keamanan dan keselamatan juga tiket relaif murah. Bahkan, ribuan penumpang setiap hari menggunakan KA dari Bogor, Depok, Bekasi,termasuk Maja dan Rangkasbitung.

” Pada prinsipnya kami  terus berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan  agar model  angkutan KA menjadikan primadona masyarakat. Saat ini pembangunan Stasiun Maja akan direalisasikan tahun 2014-2015 hingga menelan biaya sebesar Rp22,5 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” terangnya.

Pelaksanaan pembangunan itu dikerjakan meliputi bangunan lantai bawah seluas 1.612 meter persegi dan lantai atas seluas 2.343 meter persegi.Pembangunan lantai bawah antara lain terdiria dari bangunan peron setinggi 200 meter dan area parkir roda dua dan roda empat. Sedangkan, pembangunan lantai atas untuk pelayanan umum, seperti lobby, tiket, kios, musola, toilet dan fasilitas lif khusus penyandang cacat.

“Totalnya, dana pembangunan Stasiun Maja itu mencapai Rp22,5 miliar melalui APBN,” katanya.

Ia mengatakan, tujuan pembangunan Stasiun Maja itu untuk peningkatan fasilitas maupun kapasitas angkut penumpang kereta lokal maupun Commuter Line agar tercipta angkutan aman, lancar dan nyaman.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat Banten untuk dapat menggunakan moda angkutan transportase kereta api.

“Saya kira angkutan kereta api itu sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang terjadi saat ini ,”. Katanya.

Jadi Kawasan Pemukiman
Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan pemerintah daerah sangat mendukung pembangunan Stasiun Maja karena dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Kecamatan Maja, kata Iti, sebagai Kota Kekerabatan  dengan perbatasan tiga Kabupaten Bgor, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang dan harus dijadikan kawasan permukiman.

” Kita optimis dengan adanya pembangunan statsiun Maja ini akan berdampak positif terhadap program pemerintah daerah,” pungkasnya. (Yat)