Pembangunan Jalan Nayagati, Cimarga Diduga Tidak Beres

Pembangunan Jalan Nayagati, Cimarga Diduga Tidak Beres, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pembangunan Jalan Nayagati, Cimarga Diduga Tidak Beres, Berita957

Pembangunan Jalan Nayagati, Cimarga Diduga Tidak Beres, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pembangunan Jalan Nayagati, Cimarga Diduga Tidak Beres, 957, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pembangunan Jalan Nayagati, Cimarga Diduga Tidak Beres

Pembangunan Pematang-Laban, Cimarga Diduga Tidak Beres.
Pembangunan Pematang-Laban, Cimarga Diduga Tidak Beres.

TRUSTKOTACOM- Belum lama selesai dibangun, Jalan Pematang Laban – Belendung, Desa Nayagati , Kecamatan Cimarga , kembali rusak. Beberapa titik badan jalan mengalami kerusakan seperti aspalnya terkelupas , retak-retak dan hancur.

Hal tersebut mengundang reaksi keras dari sejumlah warga dan element masyarakat. Diduga jalan tersebut cepat rusak karena pelaksana proyek jalan tersebut asal-asalan dan tidak mengutamakan kualitas.

Berdasarkan data di papan proyek, pelaksana pembangunan jalan perdesaan itu, CV Elly Rachmuuatama Mukti, dengan No SP 620/04-SP/PPK/PJJP-114/DBM 2013, tertanggal 1 Maret 2013, waktu pengerjaan 120 hari dan nilai kontrak Rp 659.079.000. Anehnya, di papan proyek tersebut tidak dicantumkan dicantumkan volume pekerjaannya.

“Jika melihat kondisi jalan seperti ini, belum juga lama selesai dikerjakan  udah rusak lagi. Ini terkesan  pekerjaan asal-asalan ,” Ujar aktivis penggiat anti korupsi , Organisasi Masyarakat Berantas Korupsi (OMBAK) Lebak, Japar Sodik , Rabu (9/10) kemarin.

Sebagai warga Lebak, kata Japar, pihaknya merasa prihatin dengan masih banyaknya pelaksanaa proyek APBD , baik APBD 1 dan 2 dalam melaksanakan pekerjaanya terkesan asal jadi.
Padahal, sambung Japar, spesifikasi atau RAB proyek tersebut sudah ditentukan. Ironisnya, kata Japar pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan tersebut tidak sepenuhnya mengacup pada spesifikasi RAB  yang telah ditentukan.

” Ya, akibatnya seperti ini lah , belum lama selesai dibangun sudah banyak titik-titik yang rusak lagi ,” katanya.

Hal senada dikatakan Ijong warga Nayagati. Menurutnya, pihaknya juga mengaku kecewa dengan kondisi jalan tersebut , yang belum lama selesai dibangun, tapi saat ini kondisinya sudah rusak lagi.

Hal ini, kata Ijong, salah satu bukti bahwa pelaksanaa dalam melaksanakan pekerjaanya terkesan asal jadi, akibatnya beberapa titik badan jalan ini sudah mengalami rusak lagi. Ia dan warga meminta kontraktor jangan hanya mencari keuntungan semata, sehingga pembangunan jalan tersebut tidak sesuai seperti yang diharapkan.

“Kontraktor jangan merugikan masyarakat. Pemerintah juga jangan asal-asalan memilih kontraktor. Uang yang digunakan pembangunan jalan itu uang rakyat, kalau seperti ini, tentu hasilnya tidak memuaskan,,” katanya (de)