Pembangunan Jalan Babakan Kalapa – Rangkong Diduga Asal-asalan

Pembangunan Jalan Babakan Kalapa – Rangkong Diduga Asal-asalan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pembangunan Jalan Babakan Kalapa – Rangkong Diduga Asal-asalan, Berita585

Pembangunan Jalan Babakan Kalapa – Rangkong Diduga Asal-asalan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pembangunan Jalan Babakan Kalapa – Rangkong Diduga Asal-asalan, 585, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pembangunan Jalan Babakan Kalapa – Rangkong Diduga Asal-asalan

Warga Setempat ketika menunjukan pekerjaan turan yang tidak diselesaikan
Warga Setempat ketika menunjukan pekerjaan turan yang tidak diselesaikan

LEBAK,TRUSTKOTA- Pembangunan jalan poros desa tepatnya di Kampung Babakan Kalapa desa Aweh – kampung Rangkong desa Aweh Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak , sepanjang 800 meter diduga asal-asalan. Pasalnya fakta dilapangan pembangunan jalan tersebut kondisinya sudah banyak yang retak-retak.

“Kalau memang ini pembangunan jalan, kenapa asal-asalan? Lihat saja kondisi jalannya yang tidak rata, aspal mudah lepas dan pembangunan turab pun tidak sampai selesai dikerjakan,”ujar Iding (40) salah Satpam warga Kampung Rangkong Desa Aweh, di lokasi pembangunan beronjong, Senin (24/08/2015).

Iding menjelaskan, pihaknya sebagai masyarakat biasa bisa menilai pembangunan jalan yang baik dan asal-asalan, ditambah pada proyek tersebut tidak terpasangnya papan proyek.

“Kalau seperti ini jadinya, masyarakat biasapun sudah bisa menilai ,mana pekerjaan yang dikerjakan dengan benar dan asal-asalan, ditambah dengan tidak adanya papan proyek semakin memperkuat dugaan pengerjaan proyek ini asal-asalan,”paparnya.

Sementara, Asep Komaryana Kepala Seksi Pembangunan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lebak mengakui adanya pengerjaan hotmix yang belum sempurna, sebab dikerjakan dengan cara manual.

“Untuk turab atau boronjong pekerjaannya sebenarnya lebih, namun tidak sempurna , sebenarnya saya sudah memberi teguran beberapa kali kepada pihak kontraktor atau pemborong tapi tetap saja tidak digubris,”katanya.

Selain Ita, kata Asep, pihaknya telah menegur pihak konsultan untuk  mengerjakan proyek tersebut sesuai dengan aturan yang ada.

“Janji pihak kontraktor atau pemborong akan segera diperbaiki, akan tetapi jika tidak diperbaiki akan ada tindakan tegas dari pihak dinas sendiri, sanksinya pun bisa berupa blacklist atau dana untuk pemeliharaan sebanyak 5% akan ditahan atau tidak diberikan,”pungkasnya. (Riz)