Pelantikan Kades, Awak Media Sempat Dilarang Lakukan Peliputan

Pelantikan Kades, Awak Media Sempat Dilarang Lakukan Peliputan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pelantikan Kades, Awak Media Sempat Dilarang Lakukan Peliputan, Berita188

Pelantikan Kades, Awak Media Sempat Dilarang Lakukan Peliputan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pelantikan Kades, Awak Media Sempat Dilarang Lakukan Peliputan, 188, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pelantikan Kades, Awak Media Sempat Dilarang Lakukan Peliputan

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya ketika melantik 265 Kades terpilih di pendopo Kabupaten Lebak, Sabtu (05/09/2015)
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya ketika melantik 265 Kades terpilih di pendopo Kabupaten Lebak, Sabtu (05/09/2015)

LEBAK,TRUSTKOTA- Pelantikan 265 Kepala desa terpilih oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya di Pendopo Kabupaten Lebak sempat menuai konflik, pasalnya Kepala Bidang Pemerintahan Desa BPMPD Kabupaten Lebak Apip Saepudin sempat melarang awak media memasuki pendopo untuk melangsungkan liputan.

“Saya bersama rekan-rekan media lainnya ingin masuk untuk meliput sebab kami juga diundang oleh humas, namun apa mau dikata di gerbang utama ada Kabid Pemdes dengan lantang berkata selain Kepala desa , Istri , BPD dan panitia Pilkades dilarang memasuki Pendopo, padahal saya sudah menunjukan bukti undangan dan juga surat tugas saya,” papar Mastur salah satu Wartawan Media swasta, Di Rangkasbitung, Sabtu (05/09/2015).

Mastur menjelaskan, pihaknya telah berupaya untuk masuk melalui pintu manapun, alhasil semua pintu masuk pendopo terkunci dengan rapat.

“Ketika saya langsung hubungi Sekda Lebak dan mengatakan terkesan adanya pelarangan peliputan kepada awak media yang dihalang-halangi oleh Kabid Pemdes, ini jelas pelanggaran dan merenggut hak wartawan,setelah ditegur sekda baru saja kami diperbolehkan masuk,”katanya.

Ditempat terpisah Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya ketika ditemui wartawan mengatakan untuk masalah seperti itu mungkin ada kesalahan komunikasi saja.

“Berdasarkan aduan teman-teman wartawan jika terbukti kebenarannya, saya akan segera evaluasi, sebab dalam acara seperti ini justru kami ini membutuhkan wartwan untuk mempublikasikan,” ujarnya.

Sementara, Kepala BPMPD Kabupaten Lebak, Rusito mengatakan, bukan melarang peliputan tapi bersifat menyeleksi saja, sebab pendopo sendiri terbatas tidak bisa semuanya masuk.

“Mungkin karena suasananya sedang ramai jadi kesannya seperti dilarang, padahal kami tidak pernah melarang awak media untuk melakukan peliputan justru kami berterimakasih kepada media karena ingin melakukan peliputan,” kilahnya. (Riz)