Pelantikan Dewan Lebak Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

Pelantikan Dewan Lebak Diwarnai Aksi Unjuk Rasa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pelantikan Dewan Lebak Diwarnai Aksi Unjuk Rasa, Berita419

Pelantikan Dewan Lebak Diwarnai Aksi Unjuk Rasa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pelantikan Dewan Lebak Diwarnai Aksi Unjuk Rasa, 419, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pelantikan Dewan Lebak Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

demo dewan lebak

LEBAK TRUSTKOTA – Pelatikan 50 Anggota DPRD Kabupaten Lebak priode 2014-2019, di gedung DPRD setempat diwarnai aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa Senin (18/8/2014) pagi.

Aksi para mahasiswapun mendapatkan penjagaan yang ketat dari aparat kepolisian dari Polres Lebak dan Polda Banten. Langkah puluhan mahasiswa dihadang di jarak 100 meter dari gedung DPRD setempat.

Para mahasiswa ingin bertemu dengan perwakilan anggota dewan yang baru dilantik. Tapi sayang, para wakil rakyat yang duduk di gedung rakyat itu tak ada yang mau menemui mahasiswa.

Sempat terjadi aksi dorong antara polisi dan mahasiswa. Mahasiswa bersikeras ingin melakukan orasi tepat di depan gedung DPRD. Namun pagar betis polisi lebih kuat dan mampu menghentikan langkah para mahasiswa.

Kredibilitasnya Dipertanyakan
Sekitar pukul 12. 00 Wib, para mahasiswa inipun kemudian membubarkan diri dengan trtib. Para mahasiswa ini mempertanyakan krediblitas para wakil rakyat yang dilantik itu.

Menurut para mahasiwa,seharusnya para wakil rakyat itu sadar bahwa dirinya mencalonkan diri di Pemilihan Legislaltif (Pileg),lalu untuk menjadi penyerap aspirasi rakyat di lembaga DPRD.

“Menerima kedatangan kami bagian dari tugas mereka. Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi. Kami hanya menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan baru, kenapa harus dijaga ketat seperti ini,” kata Komeng aktivis HMI, berapi-api.

Menurut Komeng, para mahasiswa meminta kepada anggoat dewan yang baru untuk transfaran anggaran, menjalankan Peraturan Daerah (Perda) secara maksimal sesuai bidang, harus aktif ke kantor.

“Selain itu dewan baru ini, harus bisa menindaklanjuti Perda yang dibuatya sehingga tepat sasaran, dana reses harus dipergunakan secara maksimal, pembuatan Perda harus berdasar pada kepentingan rakyat dan mendorong percepatan pemcepat pembangunan daerah tertinggal. (yar)