Pelajar Indonesia Sabet Medali Emas di Olimpiade IMC Singapura

Pelajar Indonesia Sabet Medali Emas di Olimpiade IMC Singapura, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pelajar Indonesia Sabet Medali Emas di Olimpiade IMC Singapura, Berita665

Pelajar Indonesia Sabet Medali Emas di Olimpiade IMC Singapura, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pelajar Indonesia Sabet Medali Emas di Olimpiade IMC Singapura, 665, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pelajar Indonesia Sabet Medali Emas di Olimpiade IMC Singapura

Para peraih medali emas berfoto saat konfrensi pers di Bandara Soekarno Hatta.
Para peraih medali emas berfoto saat konfrensi pers di Bandara Soekarno Hatta.

BANDARA TRUSTKOTA – Kabar membanggakan datang dari para pelajar tingkat SD, SMP dan SMA Indonesia yang mengikuti Olimpiade International Mathematics Contest (IMC), di Singapura. Empat belas pelajar berhasil meraih medali emas dalam tournamen tersebut.

Olimpiade International Mathematics Contest (IMC), yang digelar di Singapura, berlangsung dari 1 – 4 Agustus 2014. Lomba yang diselengarakan ke 10 kalinya itu, diikuti oleh 1.165 siswa dari sembilan negara seperti China, Indonesia, Iran, Korea Selatan, Malaysia, Philipina, Singapura, Taiwan dan Thailand.

Tim Indonesia sendiri sudah mengikuti tujuh kali lomba tersebut. Tahun ini, Indonesia mengirimkan 129 siswa dari kelas 3 SD sampai kelas 11 SMA, dan mereka berasal dari kota-kota seperti Denpasar, Makassar, Surabaya, Jember, Sidoarjo, Gresik, Solo, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto Pekan baru, Bandung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Menurut Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Ridwan Hasan Saputra, prestasi tim Indonesia pada tahun ini meningkat daripada tahun sebelumnya. Mereka berhasil meningkatkan prestasi dengan memperoleh 14 medali emas, 26 medali perak, 53 medali perunggu dan 34 merit award.

“Jadi sekitar 70 persen siswa indonesia mendapat medali, sedangkan tahun kemarin hanya 50 persen siswa Indonesia yang dapat medali. Hal ini karena adanya pembinaan yang lebih baik dalam menghadapi kompetisi ini,” jelasnya saat tiba di Terminal 2 E Bandara Soekarno Hatta, Senin (4/8).

Pria yang juga menjabat sebagai Pelatih Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar ini menambahakn, kompetisi ini merupakan sarana melatih diri dan juga kesempatan mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia.

“Ini bisa memacu anak agar selalu giat berusaha guna menoreh prestasi di berbagai bidang. Pemenang juga mendapat sertifikat yang diakui sejumlah sekolah sehingga kalau mau masuk ke sekolah untuk melanjutkan pendidikan bisa lebih mudah tanpa tes,” jelasnya.

Salah satu pemenang medali emas, Kinantan Arya Bagaspati, 13, siswa kelas I SMPN Purwokerto mengaku banga bisa memenagkan kompetisi tersebut. Dia sudah tiga kali mengikuti kompetisi tersebut dan selalu meraih emas. Namun menurutnya kompetisi tahun ini lebih sulit dari sebelumnya. “Soalnya susah-susah tahun ini. Selain itu peserta dari Negara lain juga sulit, saingan yang paling sulit itu dari Cina,” katanya. (dik)