Pekerja Asing Tak Lagi Wajib Berbahasa Indonesia, Politisi Gerindra Geram

Pekerja Asing Tak Lagi Wajib Berbahasa Indonesia, Politisi Gerindra Geram, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pekerja Asing Tak Lagi Wajib Berbahasa Indonesia, Politisi Gerindra Geram, Berita128

Pekerja Asing Tak Lagi Wajib Berbahasa Indonesia, Politisi Gerindra Geram, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pekerja Asing Tak Lagi Wajib Berbahasa Indonesia, Politisi Gerindra Geram, 128, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pekerja Asing Tak Lagi Wajib Berbahasa Indonesia, Politisi Gerindra Geram

Ilustrasi-net-
Ilustrasi-net-

JAKARTA TRUSTKOTA – Dihapusnya persyaratan wajib berbahasa Indonesia bagi pekerja asing yang hendak bekerja di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo dianggap Sjachrani Mataja akan menyengsarakan masyarakat.

Sjachrani yang merupakan anggota DPR-RI Komisi IV dari Partai Gerindra menganggap ini adalah langkah yang salah. “Permintaan Presiden Joko Widodo untuk menghapus persyaratan tersebut (wajib berbahasa Indonesia bagi pekerja asing, red) menurut saya tidak masuk akal karena akan menyusahkan rakyat. Bayangkan generasi penerus kita yang belum mendapat pekerjaan, apa jadinya nasib mereka?” tegas Sjachrani kepada Trustkota.com, Jumat (21/8/2015).

Menurut Sjachrani, Presiden Joko Widodo tidak seharusnya memberikan jalan bebas hambatan begitu saja bagi pekerja asing, semakin mudah para pekerja asing bekerja di Indonesia, maka kemungkinan meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia akan semakin besar.

“Kalau alasannya untuk investasi, saya tidak setuju. Masih banyak masyarakat yang kurang pekerjaan, ini kok dikasih ke orang luar? Ini sama saja mengkhianati bangsa sendiri,” tegasnya.

Lanjut Sjachrani, Pasal 33 UUD 1945 jelas menyatakan bahwa kekayaan alam dikuasai dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk kemakmuran asing. “Presiden Joko Widodo seharusnya lebih memikirkan rakyatnya sendiri, jangan malah membuka jalan tol untuk WNA kuasai bangsa kita” tutup Sjachrani. ,(Cun)