Pedagang Pasar Kalah Bersaing Dengan Minimarket dan Swalayan, Sandi Bilang Nanti Ada Solusinya

Pedagang Pasar Kalah Bersaing Dengan Minimarket dan Swalayan, Sandi Bilang Nanti Ada Solusinya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pedagang Pasar Kalah Bersaing Dengan Minimarket dan Swalayan, Sandi Bilang Nanti Ada Solusinya, Berita784

Pedagang Pasar Kalah Bersaing Dengan Minimarket dan Swalayan, Sandi Bilang Nanti Ada Solusinya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pedagang Pasar Kalah Bersaing Dengan Minimarket dan Swalayan, Sandi Bilang Nanti Ada Solusinya, 784, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pedagang Pasar Kalah Bersaing Dengan Minimarket dan Swalayan, Sandi Bilang Nanti Ada Solusinya

Sandiaga Salahudin Uno, Cawapres Nomor Urut 2 saat menyambangi di Manado
Sandiaga Salahudin Uno, Cawapres Nomor Urut 2 saat menyambangi di Manado

TRUST MANADO - Jika terpilih menjadi Wakil Presiden (Wapres) 2019 mendatang, para pedagang di Pasar Tradisional di Manado, meminta Calon Wakil Presiden (Cawapres Nomor Urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno, menciptakan solusi atas terus menjamurnya keberadaan minimarket dan swalayan yang mengikis ekonomi pedagang di Pasar Tradisional.

Aspirasi para pedagang diungkapkan para pedagang di Pasar Bersehati Manado, saat Sandi yang juga, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyambangi pasar ini, Selasa (06/11/2018).

Hajah (40, salah satu pedagang sayur mayur di pasar ini, mengungkapkan, sejak terus berkembangnya minimarket dan swalayan seiring itu pula daya belin semakin menurun.

“Beli cabe, bawang, tomat sampai lalapan, orang sekarang memilih beli di swalayan, minimarket atau supermarket ketimbang di pasar , ” jelas Hajah.

Hal yang serupa juga diungkapkan Dedi (42).  Pedagang ini juga mengaku merasakan dampak menjamurnya supermarket, mininarket dan swalayan sekarang ini. Dedi meminta Sandi bisa membatasi jaringan supermarket jika terpilih jadi Wapres dan Presiden bersama Prabowo Subianto.

“Kalau tidak dibatasi bisa membunuh pasar. Kalau bisa bapak kurangi supermarket itu. Kami kalah bersaing dengan mereka. Kami kalah sarana, akses ke pasar harus diperbaiki, jangan seperti sekarang, membuat orang malas datang ke pasar karena pintu masuknya kecil,” keluh Dedi.

Menanggapi aspirasi para pedagang ini, dengan penuh keyakinan,  Sandi mengatakan, jika Allah mentakdirkan saya dan Pa Prabowo menjadi akan kita wujudkan solusinya. Menurutnya, pengurangan keberadaan supermarket, swalayan atau minimarket bukan salah satu solusinya nanti jika masyarakat memenangkan dirinya dan Prabowo di pemungutan suara Pilpres 2019 nanti.

Lanjut Sandi, insyaallah, salah satu solusinya, pembenahan infrastruktur, fasilitas, keamanan dan sarana yang diinginkan masyarakat saat berbelanja ke pasar.  Nampaknya, jika terpilih di Pilpres 2019 mendatang, Sandi akan mewujudkan langkah tersebut untuk mengembangkan para pedagang di pasar.

“Benar kata bapak dan ibu tadi, kita pedagang di pasar kalah bersaing. Kita harus menciptakan kenyamanan, keamanan, keindahan, ketertiban, meningkaktkan kualitas produk dagangan dan menjadi wirausaha yang profesional barulah kita siap untuk bersaing,” ungkap Sandi seraya meminta para pedagang tidak melupakan satu hal yang penting dalam menjalankan usaha.

“Hal yang paling penting dan utama meminta ridho Allah,  agar usaha yang kita jalankan berkah serta bermanfaat bagi keluarga, saudara dan sesama,” tambahnya politisi muda yang dikenal religius dan cerdas ini.. (sp/dik)