Pasien Jamkesmas Yang Ditolak RS Meninggal Dunia

Pasien Jamkesmas Yang Ditolak RS Meninggal Dunia, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pasien Jamkesmas Yang Ditolak RS Meninggal Dunia, Berita583

Pasien Jamkesmas Yang Ditolak RS Meninggal Dunia, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pasien Jamkesmas Yang Ditolak RS Meninggal Dunia, 583, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pasien Jamkesmas Yang Ditolak RS Meninggal Dunia

Ny.Anti Sujarmiati (45), ibu dari Agung Satrio, jatuh pingsan saat mengikuti prosesi pemakaman.
Ny.Anti Sujarmiati (45), ibu dari Agung Satrio, jatuh pingsan saat mengikuti prosesi pemakaman.

TRUSTKOTACOM РAgung Satrio (17), warga Kampung Kelapa, RT 07 RW 03, Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang, seorang pasien Jamkesmas yang di tolak Rumah Sakit (RS) Sitanala, Rabu (11/12/2013), menghembuskan nafas terakhir, di rumahnya.

Agung dimakamkan berdekatan dengan makam ayahnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kelapa, yang tak jauh dari rumahnya, pemakaman almarhum di iringi oleh puluhan pelayat, sebelum dimakamkan, jenazah disholatkan di Musholla Nurul Iman Cikokol, yang tak jauh dari rumahnya.

Di pemakaman Ny.Anti Sujarmiati (45) ibu dari Agung Satrio, jatuh pingsan karena tak kuasa menahan duka dan derita yang dialaminya karena Agung adalah anak Ny.Anti satu-satunya.

Sejumlah kerabat dan keluarga berusaha menyemangati, agar Ny Anti tabah dan ikhlas dalam menghadapi musibah yang dialaminya.

“Saya dendam sama dokter di rumah sakit itu, coba kalau kemarin anak saya langsung ditangani, mungkin tidak akan seperti ini,” kata Ny Anti, penuh duka.

Agung sendiri harus meregang nyawa setelah dua pekan mengalami sakit demam disertai kejang-kejang dan gangguan saraf di kepala belakangnya, akibat kecelakaan yang menimpanya beberapa bulan yang lalu.

Berbekal kartu Jamkesmas, upaya keluarga terus dilakukan dengan berobat ke Puskesmas dan di rujuk ke RS Sitanala Kota Tangerang. Namun sayang, pihak RS Sitanala menolak menanganinya, dengan alasan tidak ada dokter, sebaliknya, Agung disarankan agar dibawa RSCM Jakarta.

Ny Anti yang bingung dengan jawaban pihak RS Sitanala itu, akhirnya membawa pulang kembali Agung ke rumahnya. (ges)