Pasangan Arief-Sachrudin Tidak Ikut Pemilukada Kota Tangerang

Pasangan Arief-Sachrudin Tidak Ikut Pemilukada Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pasangan Arief-Sachrudin Tidak Ikut Pemilukada Kota Tangerang, Berita135

Pasangan Arief-Sachrudin Tidak Ikut Pemilukada Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pasangan Arief-Sachrudin Tidak Ikut Pemilukada Kota Tangerang, 135, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pasangan Arief-Sachrudin Tidak Ikut Pemilukada Kota Tangerang

arief se

TRUSTKOTACOM – Pasangan Bakal Calon (Balon) Walikota / Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Camat Pinang, Sachrudin, harus kandas dalam ajang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), Agustus mendatang. Pasalnya, Sachrudin tidak mendapat surat izin mengundurkan dari jabatan dari atasannya, Wahidin Halim sebagai Wali Kota Tangerang.

Hal tersebut dikatakan, Ketua KPU Kota Tangerang Syafril Elain, setelah melaksanakan rapat pleno, bahwasanya, KPU Kota Tangerang akhirnya menetapkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang hanya tiga pasang calon, Kamis (25/07/2013).

Tiga pasangan calon dinyatakan memenuhi syarat (MS), yakni Harry Mulya Zein (HMZ), Sekda Kota Tangerang)-Iskandar Zulkarnain,Ketua PPP Kota Tangerang, Abdul Syukur, adik wali kota Tangerang Wahidin Halim yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang-Hilmi Fuad, Ketua PKS Kota Tangerang dan Deddy Gumelar alias Miing, Anggota DPR -Suratno Abubakar, Ketua DPD PAN Kota Tangerang. “Sementara pasangan Arief Sachrudin tidak memenuhi syarat (TMS),” ujar Syafril.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan KPU No.60/KPTS/KPU-Kota TNG/015.436421/VII/2013 tentang penetapan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang 2013.

Menurutnya, alasan pihaknya menyatakan pasangan Arief-Sachrudin yang diusung Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa serta Partai Gerindra itu karena belum mendapat izin pengunduraan diri dari atasannya, dalam hal ini Wali Kota Tangerang Wahidin Halim.

Hal ini merujuk peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) No 10/2005, yang menyatakan harus ada surat pengunduran diri bagi TNI, Polri dan PNS yang ditandatangani atasannya.

“Sampai tadi malam sebelum rapat pleno, KPU tidak menerima surat izin pengunduran diri Sachrudin yang ditandatangani atasannya, sehingga mengakibatkan TMS. Kami hanya menerima surat pengunduran diri dari HMZ yang diberikan pada 22 Juli,” paparnya.

Syafril menambahkan, saat pendaftaran dan kelengkapan administrasi, izin pengunduran diri bagi bakal calon yang PNS memang tidak diperhatikan. Namun kemudian, ada laporan dari warga bernama Eddy Faisal, yang mempermasalahkan izin terhadap Sahcrudin. Laporan tersebut harus diperhatikan sesuai peraturan KPU No 9/2012 tentang pedoman teknis penyeleggaraan pemilu.

“Akhirnya masukan masyarakat kita tindaklanjuti dengan menyerahkan surat klarifikasi kepada Wali Kota Tangerang dan BKPP. Tapi sampai saat ini belum ada jawaban. Masukan masyarakat ini menjadi pertimbangan kami,” katanya.

Meski begitu, dalam hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di RSU Kabupaten Tangerang tanggal 14-20 Juli, seluruh pasangan bakal calon dinyatakan mampu menjalankan kewajibannya sebagai calon wali kota. “Seluruh bakal calon wali kota dan wakil wali kota mampu secara jasmani dan rohani,” pungkasnya.

Ketua IDI Cabang Tangerang dr Djarasito mengatakan, pemeriksaan kesehatan yang dilakukannya untuk mencari disability (ketidakmampuan), bukan penyakit. Untuk Sachrudin, berdasarkan hasil pemeriksaan masih mampu melakukan pekerjaan meski sempat sakit.

“Pak Sachrudin sempat kita periksa dua kali, pada Jumat dan Sabtu, karena pada pemeriksaan pertama pada EKG (jantung) hasilnya definitif, tapi saat pemeriksaan ulang, ternyata hasilnya bagus,” katanya. (ges)