Panwaslu Larang Cawalkot Tangerang Pasang Atribut Sebelum Masa Kampanye

Panwaslu Larang Cawalkot Tangerang Pasang Atribut Sebelum Masa Kampanye, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Panwaslu Larang Cawalkot Tangerang Pasang Atribut Sebelum Masa Kampanye, Berita748

Panwaslu Larang Cawalkot Tangerang Pasang Atribut Sebelum Masa Kampanye, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Panwaslu Larang Cawalkot Tangerang Pasang Atribut Sebelum Masa Kampanye, 748, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Panwaslu Larang Cawalkot Tangerang Pasang Atribut Sebelum Masa Kampanye

Suasana Kantor Sekretariat Panwaslu Kota Tangerang, saat rapat koordinasi dengan timsus dan calon walikota / wakil walikota Tangerang.
Suasana Kantor Sekretariat Panwaslu Kota Tangerang, saat rapat koordinasi dengan timsus dan calon walikota / wakil walikota Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang, melarang para kandidat calon walikota / wakil walikota Tangerang memasang alat peraga kampanye di sepanjang jalan protokol, sebelum masa kampanye pada 14-27 Agustus mendatang.

Hal itu disampaikan Anggota Panwaslu Kota Tangerang Agus Muslim, saat melakukan rapat koordinasi dengan pasangan calon, Tim Sukses (Timsus), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta perwakilan Anggota KPU Kota Tangerang, di Kantor Sekretariat Panwaslu, Jalan Veteran, Cikokol, Rabu (31/07/2013).

“Kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penertiban. Untuk itu, kami minta kepada para calon untuk menertibkan sendiri atributnya yang telah terpasang, kalau tidak kita yang akan tertibkan, melalui Satpol PP selaku eksekutor,” kata Agus Muslim.

Menurutnya, atribut calon yang di pasang di billboard pihak swasta juga akan ditertibkan, jika berada di jalan protokol. Meski demikian, kawasan perkampungan tidak dilarang adanya atribut, tetap ada aturannya agar tidak melanggar etika dan estetika.

“Untuk penertiban billboard, kita akan koordinasi dengan pihak swastanya. Sementara di kampung-kampung nanti ada koordinasi panwascam dengan tim sukses calon untuk mengatur pemasangan atribut. Jangan sampai dipasang seenaknya tanpa memperhatikan lingkungan,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Anggota KPU Kota Tangerang Edy Hafas menjelaskan, berdasarkan SK Walikota no 511.3/ Kep.97/2013 tentang lokasi larangan pemasangan alat peraga kampanye, dari total 22 jalan protokol di Kota Tangerang, ada 17 titik yang diperbolehkan memasang atribut kampanye.

“Diantaranya simpang Jalan Hasanudin, depan Carrefour Batuceper (Daan Mogot), setelah Anisa depan Sanco Farma, Simpang Sabar Subur Jatiuwung, (Gatot Subroto), Depan Lapangan Bola Irmas, Sebelum Pabrik Yuasa (MH Thamrin), simpang Taman Royal 1 dan 3, Simpang Gondrong (KH Hasyim Ashari), simpang H Mencong (Hos Cokro Aminoto), simpang Peninggilan (Raden Fatah), simpang Cangkring, simpang Cadas (M Toha), Liga Mas Jalan Baru (imam Bonjol),” jelasnya.

Sementara, salah satu calon wali kota Tangerang Harry Mulya Zein (HMZ) yang hadir dalam rapat tersebut, mengaku siap mencopot atribat kampanye bergambar dirinya untuk menegakkan aturan. Namun, lanjutnya, dirinya meminta kepada KPU untuk menyediakan ruang sosialisasi untuk para kandidat calon sebelum masa kampanye.

“Ini kan ada dalam ketentuan KPU. Ruang sosialisasi harus ada agar upaya kadidat mengkampanyekan dirinya kepada masyarakat bisa terpenuhi,” pungkasnya. (ges)