Pantang Pulang Sebelum Mengungkap

Ipda Eddy Sumantri Saputra SH
Ipda Eddy Sumantri Saputra SH

SEBELUM terungkap pantang beristirahat, sekali tampil harus berhasil. Prisip itulah yang menjadi pedoman Ipda Eddy Sumantri Saputra SH, dalam menjalankan tugasnya untuk pengungkapan kasus kejahatan.

Kegigihan pria yang kini menjabat sebagai Kanit Resmob VI Polres Kota Tangerang, dalam mengungkap kasus-kasus kriminal patut diacungi jempol.

Selama mengabdi 25 tahun sebagai anggota Polri, pria yang lebih banyak dinas di dunia reserse ini telah berhasil mengungkap berbagai kasus menonjol.

Pria asal Medan ini mengawali karirnya di kepolisian pada tahun 1989 lalu. Setelah ditugaskan selama beberapa tahun di Kalimantan Barat, kemudian pada tahun 1998, ia diterjunkan di Wilayah Polres Metro Tangerang sebagai katim Buser Polsek Tangerang.

Sepak terjang pria yang akrab disapa Edyy ini langsung ditunjukan dengan
pengungkapan perakitan bom Narapidana teroris di Lapas Klas I Tangerang. Untuk bisa mengungkap kasus tersebut, Eddy melakukan penyamaran sebagai Napi dan harus merelakan tubuhnya ditato.

“Empat bom detonator tersebut disembunyikan ditempat pembuangan sampah. Rencananya para Napi akan membuat enam detonator, kemudian mereka akan meledakan lapas tersebut,” ujarnya.

Seiring berjalanya waktu, pria kelahiran 25 Maret 1970 ini terus membuktikkan komitmenya dalam memberantas kejahatan dengan mengungkap berbagai kasus kriminalitas.

Ketika ditugaskan sebagai Kanit III Narkoba Polres Kota Tangerang, Eddy kembali menunjukan taringnya dengan membongkar jaringan narkoba Sabu-sabu kelas kakap di wilayah Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

Selain itu, pada 2006, Edy juga berhasil menangkap otak pelaku penculikan adik artis Leony. “Saat itu, pelakunya tertangkap di daerah Ternate, Maluku Utara,” katanya.

Berbagai prestasi pengungkapan kasus-kasus kejahatan tersebut, mengantarkan Ipda Eddy Sumantri Saputra SH, sebagai salah satu anggota yang dikirimkan Polres Kota Tangerang, untuk mengikuti pendidikan Perwira Reskrim di Sukabumi.
“Dari 1000 siswa calon Perwira Reskrim, hanya 60 orang yang diterima. Pada saat test penerimaan, saya mendapat Ranking ke satu,” papar mantan Kanit Reskrim Polsek Pagedangan

Setelah lulus dari pendidikan Perwira, kemudian Eddy ditugaskan sebagai Panit Reskrim di Polsek Serpong. Kegigihan Eddy dalam mengungkap kasus kriminal kembali ditunjukan dengan pengungkapan kasus pembunuhan yang mayatnya dimasukan kedalam frezer.

Sosok polisi yang mempunyai dedikasi tinggi, tegas, serta bertanggung jawab telah ditunjukkan oleh Ipda Eddy Sumantri Saputra SH. Menurutnya, meskipun ia selalu berkecimpung dalam dunia reserse yang penuh resiko, tapi dirinya tetap enjoy dan tak akan pernah mundur dalam memberantas kejahatan.(cun)