PAD Kota Tangerang Bocor, Fungsi Dewan Tidak Jalan

PAD Kota Tangerang Bocor, Fungsi Dewan Tidak Jalan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PAD Kota Tangerang Bocor, Fungsi Dewan Tidak Jalan, Berita241

PAD Kota Tangerang Bocor, Fungsi Dewan Tidak Jalan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PAD Kota Tangerang Bocor, Fungsi Dewan Tidak Jalan, 241, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PAD Kota Tangerang Bocor, Fungsi Dewan Tidak Jalan

1681016312bp

TANGERANG TRUSTKOTA - Diduga ada kebocoran di Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang, yang dikelola oleh Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) pada pendapatan retribusi pajak reklame. Persoalan ini, telah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Menurut Pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak, adanya kebocoran tersebut harus menjadi warning Pemkot dan DPRD.

Saat persoalan itu terjadi, dimana DPRD? Apakah DPRD tidak bisa menjalankan fungsi pengawasannya. Adanya persoalan ini merupakan tangungjawab DPRD dan Pemkot.

” DPRD kemana fungsinya? Ini tangungjawab DPRD juga. Jika DPRD tahu ada ketidakberesan tindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya. DPRD dan Pemkot harus melaukan investigasi terhadap persoalan ini,” pinta Zaki.

Data yang diperoleh, kebocoran PAD pada sektor penerimaan reklame yang izinnya telah habis dan pemasangan reklame yang tidak memiliki izin sebesar Rp 594.925.000,00. Denda atas keterlambatan pengurusan perpanjangan izin Reklame di Kota Tangerang  sebesar Rp 26.033.000,00.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi membantah, jika pihaknya tidak menjalankan fungsinya. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, pihaknya sejak lama sudah meningatkan dinas terkait terhadap persoalan ini.

“Sudah sejak lama kita sering ingatkan kepada dinas terkaitnya, untuk lebih proaktif dalam memonitor reklame yang telah habis. Kita juga kasih saran untuk ditempelkan tanda pada reklame yang telah habis masa perijinannya,” kilahnya. (Fth/Bil)