PAD dari Pasar Minim, F-PDIP: Jika Tidak Beres, Bubarkan Saja PD Pasar!

PAD dari Pasar Minim, F-PDIP: Jika Tidak Beres, Bubarkan Saja PD Pasar!, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PAD dari Pasar Minim, F-PDIP: Jika Tidak Beres, Bubarkan Saja PD Pasar!, Berita508

PAD dari Pasar Minim, F-PDIP: Jika Tidak Beres, Bubarkan Saja PD Pasar!, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PAD dari Pasar Minim, F-PDIP: Jika Tidak Beres, Bubarkan Saja PD Pasar!, 508, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PAD dari Pasar Minim, F-PDIP: Jika Tidak Beres, Bubarkan Saja PD Pasar!

Marsono, Anggota Fraksi PDIPerjuangan mendesak pembubaran PD.Pasar Niaga Kerta Raharja Kab.Tangerang -Foto: Joewanda Trustkota.com
Marsono, Anggota Fraksi PDIPerjuangan mendesak pembubaran PD.Pasar Niaga Kerta Raharja Kab.Tangerang -Foto: Joewanda Trustkota.com

TRUSTKOTA TANGERANG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang dari PD Pasar Niaga Kerta Raharja pada tahun 2015 sebesar Rp200 juta pertahun. Demikian diungkapkan anggota Fraksi PDIPerjuangan Marsono, Kamis (17/9/2015).

Menurut anggota Komisi III ini, PAD yang didapat dari PD. Pasar tersebut sangat minim. Jika melihat jumlah pasar di Kabupaten Tangerang terdapat 16 pasar tradisional yang dikelola oleh PD Pasar Niaga Kerta Raharja.

“Masa iya hanya Rp200 juta per tahun dari 16 pasar yang ada. Jika memang tidak beres bubarkan saja PD. Pasar, suntik mati saja!” tegas Marsono kepada Trustkota.com.

Menurut Anggota Komisi II ini, jika manajemenya PD. Pasar Niaga Kerta Raharja dikelola dengan baik, pemasukan sebesar Rp200 juta bisa didapat dari satu pasar. “Ini artinya ada ketidakberesan di manajemen PD pasar,” tegasnya.

Padahal, lanjut Marsono, PD Pasar seharusnya mampu memberikan kontribusi pada perekonomian dan penerimaan kas derah. “Jangan sampai justru adanya PD Pasar malah menggerogoti PAD. Jika tetap demikian harus segera dievaluasi. Pengawas PD Pasar jangan diam saja,” tuntasnya. (cun)