Paska Tragedi Pabrik Petasan, Zaki Minta Wewenang Pengawasan Dikembalikan ke Pemkab

Paska Tragedi Pabrik Petasan, Zaki Minta Wewenang Pengawasan Dikembalikan ke Pemkab, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Paska Tragedi Pabrik Petasan, Zaki Minta Wewenang Pengawasan Dikembalikan ke Pemkab, Berita269

Paska Tragedi Pabrik Petasan, Zaki Minta Wewenang Pengawasan Dikembalikan ke Pemkab, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Paska Tragedi Pabrik Petasan, Zaki Minta Wewenang Pengawasan Dikembalikan ke Pemkab, 269, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Paska Tragedi Pabrik Petasan, Zaki Minta Wewenang Pengawasan Dikembalikan ke Pemkab

Pertemuan KPAI dengan Bupati Tangerang (Sherly/TRUSTKOTA.com)
Pertemuan KPAI dengan Bupati Tangerang (Sherly/TRUSTKOTA.com)

TRUSTKOTA TANGERANG- Adanya tragedi ledakan dan kebakaran dahsyat di pabrik petasan PT. Panca Buana Cahaya Sukses, Kosambi, Tangerang menggoreskan sejarah kelam bagi sistem pengawasan di Indonesia.

Hal tersebut membuat, Pemerintah Daerah tingkat Kabupaten Tangerang meminta adanya pengembalian wewenang terkait pengawasan dari Provinsi ke Daerah. Pasalnya fungsi pengawasan di Disnaker yang sebelumnya ada di tingkat Kabupaten dihapus dan diambil alih oleh Pemerintah tingkat Provinsi.

“Kami minta kewenangan pengawasan dilimpahkan lagi ke kita (Pemkab Tangerang). Agar mudah melakukan pengawasan dan kalau ada hak ini tidak saling lempar,” ujarnya, Senin (6/11/2017).

Selain itu, Zaki memaparkan jika pihak dari Pemkab Tangerang membentuk tim khusus untuk pekerja anak dan pengawasan tenaga kerja ataupun k3 (keamanan keselamatan kerja).

“Tim ini pun bertugas meminta kepala desa untuk mengecek warganya yang mempekerjakan sang anak, maksudnya jangan sampai anak di bawah umur dipekerjakan terlebih di lokasi berbahaya,” terangnya.

Untuk diketahui, kebakaran hebat disertai ledakan melanda pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses sekira pukul 09.00 WIB pada Kamis, 26 Oktober 2017. Akibatnya, sebanyak 47 orang yang merupakan pegawai di pabrik tersebut tewas terpanggang.

Seluruh korban tewas telah dibawa menuju RS Kramat Jati Polri guna dilakukan identifikasi. Hal tersebut lantaran kondisi korban sudah tidak dapat dikenali lagi secara fisik. (ayi/red)