Pabrik Gas Oplosan Dekat Polsek, Polri Selidiki Keterlibatan Oknum Polisi

Pabrik Gas Oplosan Dekat Polsek, Polri Selidiki Keterlibatan Oknum Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pabrik Gas Oplosan Dekat Polsek, Polri Selidiki Keterlibatan Oknum Polisi, Berita686

Pabrik Gas Oplosan Dekat Polsek, Polri Selidiki Keterlibatan Oknum Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pabrik Gas Oplosan Dekat Polsek, Polri Selidiki Keterlibatan Oknum Polisi, 686, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pabrik Gas Oplosan Dekat Polsek, Polri Selidiki Keterlibatan Oknum Polisi

IMG-20180113-WA0040

 
TRUSTKOTA TANGERANG – Bareskrim Polri akan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum polisi dalam proses operasional pabrik pengoplosan gas di Pinang, Kota Tangerang.

Hal tersebut menyusul lokasi pabrik pengoplosan gas tersebut yang cukup dekat dengan Kantor Polisi Sektor Cipondoh.

“Nanti diselidiki lebih lanjut secara internal kaitan dengan pengamanan pabrik apakah ada anggota polri dari Polres atau Polsek terlibat,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, Sabtu (13/1/2018).

Setyo pun mengaku, pihaknya juga sempat kesulitan untuk melakukan penggerebekan di pabrik tersebut karena dijaga ketat oleh oknum tertentu.

“Polisi masuk ke lokasi agak susah karena ada sirine. Jadi, kalau ada orang asing masuk akan berbunyi sirinenya dan mereka langsung menyampaikan ke dalam,” jelasnya.

Debagaimana diketahui, Satgas Pangan dan Tindak Pindana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggerebek pabrik pengoplosan gas di Kavling DPR Blok C Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, tepatnya di tak jauh dari Polsek Cipondoh.

Dari lokasi kejadian, polisi berhasil mengamankan pelaku berinisial F yang berperan sebagai pemilik pabrik tersebut dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 4.200 tabung gas melon 3 kilogram, 396 tabung gas isi 12 kilogram dan 110 tabung gas isi 50 kilogram yang disimpan di dalam 25 mobil pick up.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 62 jo 8 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan pasal 53 huruf d UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dengan ancaman sampai 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 2 miliar.(Ayi/Gor)