Nakal, Agen Elpiji Terancam di PHU

Nakal, Agen Elpiji Terancam di PHU, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Nakal, Agen Elpiji Terancam di PHU, Berita331

Nakal, Agen Elpiji Terancam di PHU, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Nakal, Agen Elpiji Terancam di PHU, 331, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Nakal, Agen Elpiji Terancam di PHU

Trustkota.com
Trustkota.com

LEBAK,TRUSTKOTA-‎ PT Pertamina (Persero) ancam akan melakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) dengan agen atau pangkalan gas elpiji yang melakukan penimbunan dan menaikan harga diatas HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini diungkapkan oleh Ibrahim, Sales Eksekutif  LPG PT Pertamina cabang Merak, Banten,kepada wartawan melalui telepon,  ‎Minggu (5/7).

Menurut Ibrahim, Untuk menormalkan harga jual gas elpiji 3 kilogram dan meminimalisair penyelewengan pendistribusian di wilayah Banten, termasuk Kabupaten Lebak. Pihaknya akan memperketat penyaluran gas elpiji ukuran. 3 kg ke semua agen dan pangkalan. Upaya pengetatan dilakukan dengan mengoptimalkan Sistem Monitoring Distribusi Elpiji 3 kg (Simolek) yang sebelumnya sudah dibentuk.”Ini dilakukan, agar di lapangan tidak ada kendala pasokan yang menjadikan harga naik tinggi,” kata Ibrahim.

Untuk mengoptimalkan penyaluran dan menghindari terjadinya penyelewengan, Pertamina akan bekerjasama dengan Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) Banten, serta Kepolisian, sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 tahun 2009, yaitu, pengawasan di luar agen dan pangkalan merupakan tanggungjawab bersama.

Ibrahim menambahkan, kegiatan pengawasan bersama menurutnya, bertujuan untuk menemukan praktik penimbunan elpiji di agen dan pangkalan-pangkalan nakal. “Kalau terindikasi ada penimbunan, Pertamina akan memberikan sanksi tegas kepada agen dan pangkalan berupa Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” Katanya.‎

Tingginya permintaan gas elpiji selama bulan suci ramadan dan ditambah adanya migrasi dari pengguna tabung gas isi 12 kilogram ke isi 3 kilogram, kata Ibrahim membuat gas elpiji isi 3 kilogram sulit didapatkan. Untuk mengantisipasi kelangkaan tersebut, pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai upaya, dengan menambah jumlah pasokan dan menyelenggarakan Operasi Pasar (OP) gas di sejumlah titik yang mengalami kelangkaan di wilayah Banten, termasuk Lebak‎

“Kita terus menggelar OP disejumlah titik yang mengalami kelangkaan dan kenaikan harga, agar harga gas kembali normal, terutama menjelang Idul Fitri dan pascanya,” jelasnya.

Bahkan untuk menghadapi Idul Fitri dan pascanya,dimana kebutuhan konsumsi gas meningkat, pihaknya sudah menyiapkan 1.120 X 560 X 11 pada bulan juli 2015 ini, dan siap digelontorkan saat gas langka di masyarakat.

“Masyarakat tak perlu resah,sebab kami sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi,jika sewaktu waktu gas langka saat menjelang dan sesudah Idul Fitri,” Pungkasnya. (Riz)