Mogok Jualan, Pedagang di Tanah Tinggi Merugi Puluhan Juta

Mogok Jualan, Pedagang di Tanah Tinggi Merugi Puluhan Juta, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mogok Jualan, Pedagang di Tanah Tinggi Merugi Puluhan Juta, Berita952

Mogok Jualan, Pedagang di Tanah Tinggi Merugi Puluhan Juta, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mogok Jualan, Pedagang di Tanah Tinggi Merugi Puluhan Juta, 952, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mogok Jualan, Pedagang di Tanah Tinggi Merugi Puluhan Juta

Pedagang di pasar induk tanah tinggi Kota Tangerang (Chyntiya/TRUSTKOTA.com)
Pedagang di pasar induk tanah tinggi Kota Tangerang (Chyntiya/TRUSTKOTA.com)

TRUSTKOTA TANGERANG – Para pedagang di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang merugi hingga ratusan juta. Hal tersebut lantaran adanya aksi mogok dagang yang dilakukan oleh ribuan pedagang di pasar tersebut pada Senin (13/11/2017)

Sakun, pedagang rempah-rempah pada Pasar Induk Tanah Tinggi mengatakan dirinya merugi hingga Rp. 90 juta akibat adanya aksi mogok berdagang sebagai bentuk protes atas kebijakan pengelola pasar yakni, PT. Selaras Griya Adigunatma.

“Kalau dibilang rugi sih iya. Karena sehari saja saya bisa dapet Rp. 30 juta keuntungan dan kalau tiga hari bisa Rp. 90 juta. Tapi, saya harus ikut mogok juga agar aturan tersebut dicabut dan sebagai bentuk solidaritas pedagang juga,” ujar Sakun, Selasa (14/11/2017)

Meski demikian, Sakun mengaku harus tetap melakukan aksi mogok tersebut agar pihak pengelola dapat membatalkan aturan tersebut. Pasalnya, selain membayar sewa Rp90 juta per lapak ukuran 2×3 meter, pedagang pun diminta untuk membayar tambahan sebesar Rp5,1 juta.

“Berarti untuk bayar sewa dan tambahan saja udah habis berapa, mahal banget. Ini yang membuat kami keberatan. Semua pasokan ataupun pengiriman barang kita hentikan dulu sampai pengelola mau berunding akan aturan barunya, karena selama ini aturan tersebut hanya dibuatnya sendiri,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, aksi mogok tersebut diikuti oleh ribuan pedagang. Rencananya, aksi tersebut akan dilakukan selama tiga hari, hingga Rabu, 15 November mendatang. (chy/joe)