Minimnya Peran Perempuan Dalam Kancah Politik

Minimnya Peran Perempuan Dalam Kancah Politik, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Minimnya Peran Perempuan Dalam Kancah Politik, Berita589

Minimnya Peran Perempuan Dalam Kancah Politik, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Minimnya Peran Perempuan Dalam Kancah Politik, 589, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Minimnya Peran Perempuan Dalam Kancah Politik

IMG-20141201-00040

TANGERANG TRUSTKOTA - Kaum perempuan memiliki hak yang sama dengan pria dalam berbagai bidang termasuk politik yang telah diatur oleh Undang-undang. Kesetaraan gender bagi kaum wanita dan upaya untuk meningkatkan partisipasi dan keterwakilan perempuan di dunia politik terus dikumandangkan.

Namun meskipun demikian, hingga saat ini peran dan fungsi wanita dalam kancah politik masih minim. Hal tersebut dikatakan Era Hia Hia, Akdemisi Perguruan Tinggi Raharja seusai memberikan materi dalam acara sosialisasi Peranan Wanita dalam Peningkatan Kehidupan Politik yang Demokratis, yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang.

“Salah satu bukti minimnya keterlibatan perempuan dalam ranah politik, dapat terlihat pada jumlah perempuan yang terpilih sebagai anggota legislatif di Pemilihan Umum pada 9 April 2014 lalu. Anggota DPRD di Kabupaten Tangerang maupun DPR pusat dari kaum perempuan masih minim,” kata Era Hia Hia, seusai memberikan materi dalam acara sosialisai di GUD Kabupaten Tangerang, Senin (01/12/2014).

Menurutnya, agar keterlibatan dan partisipasi perempuan dalam dunia politik meningkat, maka kwalitas perempuan itu sendiri harus ditingkatkan terlebih dahulu.

Sementara, Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Tangerang, Osman Jayani dalam sambutanya mengatakan, kemajuan zaman telah banyak mengubah pandangan tentang wanita. Dengan adanya perkembangan zaman dan emansipasi menyebabkan wanita memperoleh hak yang sama dengan laki-laki. Dan, tuntutan persamaan hak wanita dalam berbagai bidang kehidupan sudah merupakan agenda di zaman sekarang ini.

“Menghadapi situasi dan kondisi seperti ini, maka perlu membuka ruang kepada masyarakat luas khususnya para wanita untuk belajar serta mampu menunjukan sikap dan tindakan yang didasarkan atas visi dan misi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan pendidikan politik ini, diharapkan terbentuknya wanita yang akan mampu membangun wawasan, norma, etika moral dan menegakan aturan juga karakter individu dalam lingkungan,” paparnya. (Cun/Bil)