Rp 2,7 Miliar Dana BSM Mengendap di BJB Cabang Rangkasbitung

Rp 2,7 Miliar Dana BSM Mengendap di BJB Cabang Rangkasbitung, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Rp 2,7 Miliar Dana BSM Mengendap di BJB Cabang Rangkasbitung, Berita119

Rp 2,7 Miliar Dana BSM Mengendap di BJB Cabang Rangkasbitung, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Rp 2,7 Miliar Dana BSM Mengendap di BJB Cabang Rangkasbitung, 119, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Rp 2,7 Miliar Dana BSM Mengendap di BJB Cabang Rangkasbitung

Dugaan korupsi dana BSM tahun anggaran 2013
Dugaan korupsi dana BSM tahun anggaran 2013

TRUSTKOTA LEBAK – Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) diduga  mengendap di Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Rangkasbitung sekitar 2,7 miliar . Dana BSM tahun anggaran 2013 itu milik  sekitar 108.000 siswa-siswi di Kabupaten Lebak. Setiap siswa diwajibkan membuat rekening dan menyisakan saldonya sebesar Rp 25.000 per siswa.

Ironisnya , peraturan BJB membuat rekening dan menyisakan saldo sebesar Rp 25.000 persiswa itu, berbeda dengan bank-bank lain atau kantor pos yang diberikan kewenangan mencairkan dana BSM tersebut. Peraturannya, dana BSM tidak diperbolehkan ada potongan dan harus diterima utuh oleh penerimannya.

” Baru di BJB saja pencairan dana BSM disisakan direkening , soalnya di kantor Pos dan BRI mah tidak ada,  semua di berikan kepada siswa yang menerimanya. Kami juga heran, soalnya sekalipun nanti uangnya tidak akan hilang sisa uang sebesar Rp 25.000 disaldo itu,  tidak mungkin diambil lagi oleh siswa.

Selain itu yang tahun itu mendapat BSM belum tentu tahun berikutnya mendapatkan lagi. Karena masing-masing sekolah quotanya terbatas, dan sudah barang tentu untuk siswa yang kelas 6 tidak mungkin mendapat lagi. Kalau begitu cara BJB seolah mendapat suntikan dana dari saldo para siswa yang menerima BSM tersebut,” kata salah satu guru di Rangkasbitung  yang namannya minta di rahasiakan , kemarin.

Dikatakan guru tadi , dengan disisakannya sebagai saldo , berarti dana BSM yang diterima siswa  tidak utuh.

” Dana itu dari tahun 2013 ,tentunya nilainya bukan persiswanya yang nilainya hanya Rp 25.000,- Tapi coba dikalikan sebanyak jumlah siswa yang meneriman dana BSM , bahkan saya dengar jumlah siswa yang menerima itu sekitar 108.000 siswa, berarti dana yang tersimpan di bank dari tahun 2013 hingga sekarang jumlahnya mencapai sekitar 2,7 miliar. Tentunya nilai yang pantastis. Siswa tidak mungkin mengambil saldo segitu lo, ” katanya.

Ela humas BJB  saat dikonfirmasi  tidak membantah bahwa dana BSM yang dicairkan melalui banknya itu tidak seutuhnya diterima penerima, tapi disisakan sebagai saldo sebesar Rp 25.000, per siswa. Tujuannya kata Ela, tidak lain untuk mendidik siswa menabung.

” Uangnya sekarang masih ada ko, dan itu uang nasabah (penerima BSM-red) dan kapan saja bisa diambil karena ada direkening masing-masing ,” kilahnya. (Yat)