Merugikan Pemilik Sertifikat, Pihak BPN Lebak Dilaporkan Polisi

Merugikan Pemilik Sertifikat, Pihak BPN Lebak Dilaporkan Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Merugikan Pemilik Sertifikat, Pihak BPN Lebak Dilaporkan Polisi, Berita193

Merugikan Pemilik Sertifikat, Pihak BPN Lebak Dilaporkan Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Merugikan Pemilik Sertifikat, Pihak BPN Lebak Dilaporkan Polisi, 193, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Merugikan Pemilik Sertifikat, Pihak BPN Lebak Dilaporkan Polisi

Cibadak-20140927-00286

LEBAK TRUSTKOTA – Badan Pertahanan Nasional (BPN), Kabupaten Lebak dinilai tidak profesional, terkait penerbitan sertifikat milik Muljawan Mulya di Jalan By Pass RT 04, Cibadak, Rangkasbitung. Tak hanya itu, pemilik sertifikat juga telah me laporan pihak BPN kepada yang berwajib.

Menurut Muljawan Mulya yang didampingi istrinya Liana Haryanti, pihaknya mengaku kecewa l dengan ulah para oknum juru ukur di kantor BPN kabupaten Lebak, yang dengan mudahnya merubah ukuran luas lahan hingga beberapa kali.

Akibat perubahan luas lahan secara sepihak yang diduga dilakukan oknum BPN tersebut. Pihaknya, mengaku harus kehilangan lahan miliknya seluas 3 X 21 meter dengan nilai kerugian ditaksir sekitar Rp3 miliar

“Yang  mengukur tanah saya namanya pak Ika dari BPN Lebak, dengan mematok diposisi lebar 27 m, panjang dilahan sebelah sekolah 41 m. Sementara di sertifikat yang saya miliki, lebar muka 30 m, atau 31,42 m dengan panjang 44 m. Bahkan pihak  BPN sendiri telah mengeluarkan dan memberikan 3 gambar ukuran lahan yang berbeda-beda pada saya,” Tutur Muljawan Mulya, Sabtu (27/9/2014).

Muljawan menjelaskan, karena hasil gambar ukur lahan yang berbeda dan tidak sesuai dengan luas lahan yang dimiliki disertifikat, Ia beberapa kali mendatangi pihak BPN untuk minta pengukuran lahan kembali dan meminta hasil gambar ukur terakhir.

“Bulan Mei 2014 lalu, saya mengajukan pengukuran uang. Tapi, sampai saat ini belum ada pengukuran ulang. Terakhir, pada tinggal 25 /09 lalu saya kembali datang kantor BPN  dan bertemu dengan, pak Turman Sitorus, untuk meminta kejelasan dan mencocokan  3 gambar hasil ukur yang berbeda dengan gambar dari arsip sertifikat  milik saya,” terangnya.

Namun kata Muljawan, lagi-lagi pihak BPN sendiri tidak bisa memberikan dengan dalih data atau dokumen BPN saya sedang dibawa oleh juru ukur yang bernama pak Ika.

Merasa dirugikan oleh pihak BPN Lebak, Muljawan Mulya bersama istrinya, Liana Haryanti, Kamis( 25/09/2014), melaporkan dugaan tindak pidana penyerobotan tanah miliknya ke Polres Lebak.

Dalam laporan polisi (LP) Nomor : TBL/239/IX/2014/BANTEN/RES/LEBAK itu, tercatat pihak terlapor yakni Binsar Pakpahan Dkk. Pihak pelapor meyakini Pakpahan Dkk orang yang bertngungjawab atas kerugian yang dialaminya.

“Saya laporkan pihak BPN itu, agar kembali mengukur luas tanah yang sebenarnya dan Pemberi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yaitu BPMPPT Lebak agar bisa menyetop dulu proyek Ruko dilahan yang saya anggap bermasalah itu. Saya kira harus di clearkan dulu,” pintanya. (RIZ)