Merdeka itu Ketika Pribumi Tidak Jadi Penonton

Merdeka itu Ketika Pribumi Tidak Jadi Penonton, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Merdeka itu Ketika Pribumi Tidak Jadi Penonton, Berita149

Merdeka itu Ketika Pribumi Tidak Jadi Penonton, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Merdeka itu Ketika Pribumi Tidak Jadi Penonton, 149, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Merdeka itu Ketika Pribumi Tidak Jadi Penonton

Tasripin, anggota DPRD Kab Tangerang (ist/TRUSTKOTA.com)
Tasripin, anggota DPRD Kab Tangerang (ist/TRUSTKOTA.com)

TRUSTKOTA TANGERANG- Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang Tasripin mengatakan, makna kemerdekaan pada saat ini yakni saat pribumi tidak menjadi penonton.

Hal itu ditegaskannya saat mengaku prihatin melihat peluang pribumi atau warga asli Kabupaten Tangerang yang sulit mendapatkan pekerjaan.

“Padahal, Kabupaten Tangerang berjuluk kota seribu industri. Namun pada faktanya, pengangguran malah gerogoti warga asli. Sehingga terpaksa menjadi penonton saja,” ujar Tasripin kepada trustkota.com, Rabu (16/8/2017) malam, usai menghadiri acara pawai obor dan tasyakuran dalam peringatan HUT RI ke 72 di halaman Kecamatan Tigaraksa.

Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Tangerang ini mengugkapkan, dirinya banyak mendapat keluhan dari warga terkait susahnya masuk kerja ke berbagai perusahaan.

“Mau masuk kerja dipersulit meskipun syarat administrasi memadai. Permainan semacam ini yang membuat pengangguran makin menjadi-jadi,” katanya.

Padahal lanjutnya, cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan yakni menuju keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. “Keadilan dalam penghidupan, keadilan dalam mendapat pekerjaan. Dan tentu itu menjadi PR bersama,” katanya.

Selain itu terang Tasripin, kaum pemodal dalam perusahaan terkadang melakukan praktek kesewenang-wenangan terhadap kaum pekerja atau buruh.

“Misalnya, upah yang tidak layak serta minimnya fasilitas kesehatan atau fasilitas ibadah. Itukan namanya penjajah model baru,” tukasnya.

Pria humoris dan ramah ini berharap agar momentum hari kemerdekaan tidak hanya sebatas peringatan tahunan yang seremonial belaka. Namun, bisa berefek pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Karena merdeka itu kata yang mudah diteriakan tapi sulit untuk direalisasikan. Merdeka itu ketika pribumi tidak lagi sulit mendapat pekerjaan,” pungkasnya. (joe)