Merasa Ditipu Tetangganya, Puluhan Ibu di Sepatan Lapor Polisi

Merasa Ditipu Tetangganya, Puluhan Ibu di Sepatan Lapor Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Merasa Ditipu Tetangganya, Puluhan Ibu di Sepatan Lapor Polisi, Berita135

Merasa Ditipu Tetangganya, Puluhan Ibu di Sepatan Lapor Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Merasa Ditipu Tetangganya, Puluhan Ibu di Sepatan Lapor Polisi, 135, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Merasa Ditipu Tetangganya, Puluhan Ibu di Sepatan Lapor Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi

SEPATAN TRUSTKOTA – Rabu (27/8/2014).Puluhan warga Kedauang Barat, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, beramai-ramai menggerudug Mapolsek Sepatan, guna melaporkan tindakan dugaan penggelapan dan penipuan oleh pemegang uang arisan yakni Titin, yang tak lain tetangga mereka.

Kepada polisi, menceritakan kronologis kegiatan arisan tembak yang sedianya diketahui telah berlangsung selama 6 tahun itu.

“Sudah hampir 6 tahunan arisan ini berjalan, awal-awalnya bener dia, tapi belakangan jadi seperti ini. Yang ikut arisan ini kurang lebih sekitar tujuh puluhan orang, itu juga yang kami tahu. Dan totalnya sampe 1 milyar lebih,” kata Lusi, salah seorang korban di Mapolsek Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Menurut Lusi, sudah sekitar 2 tahunan tidak pernah merasakan mendapatkan uang arisan itu lagi.

“Saya ikut yang mingguan 200 ribu sama yang bulanan 500 ribu. Jadi kalau saya mau minta ditembak (keluar) arisan, dia selalu menjawab sudah ada yang nembak duluan,” ungkapnya.

Hal sama juga dikatakan Yanti peserta arisan lainya. Ia juga tertipu karena meminjamkan sertifikat rumahnya kepada pelaku.

“Waktu itu si kalo sertifikat dia pinjam, katanya mau digadai untuk benerin rumah. Kalau arisannya sendiri saya total sekitar Rp 60 juta,” katanya.

Sementara itu, Mei, korban lainnya mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta. Para peserta arisan semua bermodalkan kepercayaan, karena merasa kenal dekat dengan sang pelaku.

“Jadi kami tidak punya bukti apa-apa, orang kami semua hanya modal kepercayaan ke dia,” terang Mei.

Kapolsek Sepatan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Iwan Hidayat mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan serta alat buktiĀ  yang cukup dalam menangani perkara ini.

“Jadi arisan ini dilakukan dengan kepercayaan saja, sehingga tidak ada alat bukti yang bisa mereka tunjukan. Kami juga masih mengumpulkan keterangan lainnya,” ungkap Kapolsek,

Meski demikia, kata Kapolsek, pihaknya saat ini juga sudah mengamankan pelaku, untuk menghindarkan amukan para korban.

“Iya jadi 10 hari yang lalu, suami pelaku membuat laporan bahwa isterinya telah hilang. Dan ternyata dia memang menghindari dari pada para korban dan akhirnya meminta perlindungan disini,” pungkasnya.

Setelah menceritakan semuanya, para korban pun akhirnya meninggalkan Mapolsek. Namun, mereka juga berjanji akan mendatanginya lagi, untuk menanyakan perkembangan selanjutnya. (Age/dik)