Menteri Janji 12 Hari Perbaikan Pintu Air 10 Beres

Menteri Janji 12 Hari Perbaikan Pintu Air 10 Beres, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Menteri Janji 12 Hari Perbaikan Pintu Air 10 Beres, Berita986

Menteri Janji 12 Hari Perbaikan Pintu Air 10 Beres, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Menteri Janji 12 Hari Perbaikan Pintu Air 10 Beres, 986, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Menteri Janji 12 Hari Perbaikan Pintu Air 10 Beres

Jpeg

TRUSTKOTA TANGERANG- Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane T Iskandar MT, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan SDA Loli Martina melaksanakan dialog dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Rabu (12/8/2015). Hadir Perwakilan BPBD Propinsi, PDAM Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

Kadatangan pihak dari pusat untuk mengetahui progres pekerjaan perbaikan yang dilakukan oleh pihak Kementrian PU dan Perumahan Rakyat (Pera) untuk menanganani Kondisi Pintu Air 10 Tangerang yang mengalami kebocoran sejak dua pekan lalu.

Pantauan TrustKota.Com, di lokasi pintu air yang akan berusia 100 tahun pada waktu dekat ini, bocornya pintu air sudah berlangsung sekitar dua pekan. Sehingga ratusan ribu pelanggan pada PT Tirta Benteng PDAM Kota Tangerang dan PT PDAM Tirya Kerta Raharja tidak menerima aliran air bersih sejak tiga hari lalu.

Bocornya pintu air ini menyebabkan air baku yang ada di Sungai Cisadane jadi terus mengalir ke laut. Akibatnya, ketersediaan air baku yang menjadi sumber perusahaan daerah air minum (PDAM) Kota Tangerang mengalami krisis dan terancam tak bisa beroperasi.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane T Iskandar menjelaskan, kondisi perbaikan di Pintu Air Sepuluh masih dalam pengerjaan yang telah dilakukan sejak hari minggu tanggal 9 Agustus 2015 kemarin hingga 12 hari kedepan. “Kami masih mengerjakan proses perbaikan pintu nomor 6 yang mengalami kebocoran hingga 12 hari kedepan sejak dimulai pada hari minggu 9 Agustus 2015 lalu,” ujar T Iskandar.

Iskandar mengaku, penanganan bukan terlambat. Namun kondisi matrial yang harus melalui proses pabrikasi yang harus terlebih dahulu dilakukan di workshop hingga akhirnya baru bisa dikerjakan tiga hari lalu. “Bukan tidak dikerjakan, tapi kami menunggu proses pabrikasi material yang akan digunakan,” tegasnya. (Mus)