Menakjubkan! TPA Rawa Kucing Disulap jadi Padang Savana

Menakjubkan! TPA Rawa Kucing Disulap jadi Padang Savana, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Menakjubkan! TPA Rawa Kucing Disulap jadi Padang Savana, Berita795

TPA Rawa Kucing menjadi bukit yang indah (Arief/TRUSTKOTA.com)
TPA Rawa Kucing menjadi bukit yang indah (Arief/TRUSTKOTA.com)

TRUSKOTA TANGERANG – Tempat Pembungan Akhir (TPA) Rawa Kucing yang berada di Kota Tangerang dipercantik.

Sampah yang menumpuk yang menjadi momok menjijikan kini diperindah menjadi padang savana yang layak dikunjungi.

Sampah-sampah yang tertimbun lama itu disulap menjadi bukit yang cantik dan diberi nama Bukit Ambekan.

Pantauan di lokasi, inovasi menyulap tempat pembuangan sampah menjadi indah tersebut berkat tangan dingin Masan. Pria ini berhasil mengubah kesan jorok menjadi indah nan eksotis di TPA Rawa Kucing.

“Bukit Ambekan ini dibangun dari sampah-sampah yang telah menumpuk di lokasi selama lima tahun dan sengaja dibangun seperti bukit. Agar TPA Rawa Kucing bisa menjadi tempat yang layak dikunjungi,” ujar Masan, Kasubag Tata Usaha TPA Rawa Kusing, Sabtu (16/7/2017).

Lahan seluas 34,8 hektar diubah menjadi Padang Savana nan Indah dari sampah-sampah berumur tua. “Kalau sampah yang sudah lima tahun. Kadar gas metannya sudah berkurang,” tukasnya.

Bukit Ambekan yang terbangun dari sampah sampah non aktif ini ditumpuk menjadi satu tumpukan yang tinggi sekitar 20 meter. Selain itu rerumputan dan pohon-pohon yang ditanam Masan menambah kecantikan TPA Rawa Kucing.

“Bukit Ambekan ini bagian dari hasil study dari Diklat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Empat Pola Kontribusi di Lingkungan Provinsi Banten beberapa waktu lalu,” tukasnya.

“Baru Kepala Dinas yang baru yang datang melihat kecantikan Bukit Ambekan ini. Saya prediksikan dalam kurun waktu enam bulan, Bukit Ambekan akan menjadi bukit hijau yang sempurna,” paparnya.

Terkait pembangunan Bukit Ambekan. Masan mengaku tidak ada anggaran khusus dari pemerintah. “Bukit ini dibangun selama lima puluh hari. Semoga suatu saat tempat ini bisa jadi objek wisata atau wisata study,” pungkasnya. (rif/red)