Melihat Perayaan HUT RI di Jalan Rusak Ciakar – Panongan

Melihat Perayaan HUT RI di Jalan Rusak Ciakar – Panongan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Melihat Perayaan HUT RI di Jalan Rusak Ciakar – Panongan, Berita833

Melihat Perayaan HUT RI di Jalan Rusak Ciakar – Panongan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Melihat Perayaan HUT RI di Jalan Rusak Ciakar – Panongan, 833, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Melihat Perayaan HUT RI di Jalan Rusak Ciakar – Panongan

Perayaan HUT RI di Jalan Rusak/Trustkota
Perayaan HUT RI di Jalan Rusak/Trustkota

TRUSTKOTA TANGERANG-  Suasana Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-73 masih berlangsung, Minggu (19/8/2018).

Berbagai lomba diadakan oleh desa yang berada di perbatasan Kecamatan Panongan- Curug ini. Tepatnya di Kampung Ciakar, Desa Ciakar RT 001/004, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Suasana merah putih dibangun warga secara swadaya. Sedikitnya terdapat empat gapura berdiri di pemukiman warga secara gotong royong. Kreatif memang!

Namun salah satu yang jadi perhatian warga yakni di gapura terakhir. Tepatnya di Jalan rusak pertigaan antara Ciakar Panongan- Curug (Vihara) dan jalan tembus menuju Desa Serdang Kulon yang tidak jauh dari pengembang salah satu perumahan.

Di lokasi jalan rusak dengan bebatuan dan bekas paving blok tak beraturan tersebut, warga membuat gapura tampil beda.  Tidak lupa Aneka pernak pernik merah putih jadi dominasi gapura serta melukis karikatur dwitunggal proklamator.

Bedanya dengan gapura lainnya, terdapat triplek bercat merah dan putih dipasang di samping jalan dekat gerbang. Triplek menjadi apat agitasi protes dan keluhan yang ditulis warga. Sehingga berbagai aspirasi terhadap infrastruktur jalan yang rusak menjadi fokus coretan.

Salah satu coretan tersebut bertulis ‘Irahanya kampung urang kos kampung sebelah?’ (Kapan yah desa kami seperti desa disamping?). Dengan mengunakan bahasa sunda khas Tangerang ke dua tiang gapura juga tak luput jadi sasaran coretan aspirasi.

Selain itu, bebatuan yang berserakan di sepanjang jalan rusak disusun di samping gapura dan dicat dengan warna merah dan putih. Serta di atasnya batu terpajang papan bertulis ‘hade -hade jalanna can dibeneran, hampura bae lur’ (hati-hati jalan belum diperbaiki, maaf yah kawan).

Di puncak gapura dengan gagah sang merah putih berkibar dan dibawah kibaran bendera tertulis ‘Desaku Sayang, Desaku Malang.’

Salah satu pemuda setempat Obi yang ikut dalam gotong royong membuat beberapa gapura mengaku warga Kampung Ciakar sudah bertahun-tahun mendambakan jalan mulus seperti desa lainnya.

“Kami hanya bisa berharap, semoga apsirasi warga bisa diperhatikan, baik oleh pemerintah setempat maupun wakil rakyat. Jangan pas ada maunya saja warga diperhatikan,” katanya.

Perlu diketahui, di lokasi jalan rusak itu juga dilaksanakan gerak jalan (karnaval) oleh warga dan pemuda setempat. Mereka pun membuat video pendek di gapura tersebut. (joe)