Massa Pendukung Arief-Sachrudin Demo KPU

Massa Pendukung Arief-Sachrudin Demo KPU, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Massa Pendukung Arief-Sachrudin Demo KPU, Berita666

Massa Pendukung Arief-Sachrudin Demo KPU, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Massa Pendukung Arief-Sachrudin Demo KPU, 666, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Massa Pendukung Arief-Sachrudin Demo KPU

Massa pendukung pasangan Arief-Sachrudin, saat mendemo KPU Kota Tangerang.
Massa pendukung pasangan Arief-Sachrudin, saat mendemo KPU Kota Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Ribuan massa pendukung pasangan Bakal Calon (Balon) Walikota / Wakil Walikota Tangerang, Arief-Sachrudin, Kamis (25/07/2013), menggeruduk Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang. Rupanya, sebelum KPU mengumumkan penetapan calon, mereka telah mendapat informasi, bahwa pasangan tersebut tidak lolos.

Aksi tersebut berlangsung ricuh. Bahkan, satu anggota polisi terpaksa harus di evakuasi, karena terluka yang diduga terkena selongsong peluru gas air mata. Hal tersebut, terjadi saat massa pendukung Arief-Sachrudin protes lantaran pasangan tersebut tidak diloloskan sebagai calon walikota. Mereka pun mendorong pintu pagar KPU Kota Tangerang hingga hampir roboh.

Saat aksi saling dorong terjadi antara pendemo dan polisi. Tiba-tiba saja terdengar letusan senjata api. Lalu salah satu anggota Sabara Bribka Yan Widi jatuh karena bagian kepala belakangnya terluka dan mengeluarkan banyak darah.

Dalam demo itu, mereka memprotes tidak lolosnya pasangan Arief-Sachrudin karena belum mendapat izin surat pengunduran diri dari wali kota dari jabatan camat Pinang, padahal saat verifikasi administrasi mereka dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU.

“PNS tidak perlu meminta izin atasan. Seperti yang terjadi saat pilkada wali kota Pematangsiantar pada tahun 2010 lalu. Pasangan bakal calon Koni Ismail-Julman Sitorus tetap lolos karena Bawaslu menilai persyaratan izin bagi PNS melanggar konstitusi,” kata Koordinator Aksi, Arsani.

Dia menuding ada intervensi dari Wali Kota Wahidin Halim kepada KPU Kota Tangerang sehingga tidak meloloskan Arief-Sachrudin karena bersaing dengan Abdul Syukur, adik kandung Wahidin. “Pasti Wahidin Halim mau membangun dinasti. Ini permainannya,” katanya. (ges)