Massa kubu Sofyan Ahmad, Kembali Duduki Kantor DPC Gerindra

Massa kubu Sofyan Ahmad, Kembali Duduki Kantor DPC Gerindra, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Massa kubu Sofyan Ahmad, Kembali Duduki Kantor DPC Gerindra, Berita118

Massa kubu Sofyan Ahmad, Kembali Duduki Kantor DPC Gerindra, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Massa kubu Sofyan Ahmad, Kembali Duduki Kantor DPC Gerindra, 118, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Massa kubu Sofyan Ahmad, Kembali Duduki Kantor DPC Gerindra

Puluhan kader Partai Gerindra Kota Tangerang, saat di depan kantor DPC Gerindra, Ruko Taman Royal, Jalan Benteng Betawi, Kota Tangerang.
Puluhan kader Partai Gerindra Kota Tangerang, saat di depan kantor DPC Gerindra, Ruko Taman Royal, Jalan Benteng Betawi, Kota Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Kisruh yang terjadi ditubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tangerang, sampai saat ini masih belum menemui titik temu. Pasalnya, Jumat (14/06/2013) siang, puluhan kader partai berlambang burung Garuda Pendukung Sofyan Ahmad, kembali duduki Kantor DPC Partai Gerindra di Jalan Benteng Betawi, Kota Tangerang.

Puluhan kader yang terdiri dari Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Sayap Partai Gardu Prabowo se- Kecamatan Tangerang ini, masih menunggu keputusan Eksekusi Peralihan kepemimpinan dari Nurhadi Kepada Sofyan Ahmad oleh Pengadilan Negeri Tangerang.

“Kami akan terus mengawal hingga eksekusiĀ  ini dilakukan.” kata Wahyu, salah satu pengurus Gardu Prabowo, Kota Tangerang

Sementara, Dewan Penasehat Gardu Prabowo, Hasandian mengatakan, pihaknya mengancam akan melakukan pergerakan yang lebih besar lagi jika dalam waktu 3 hari, eksekusi tersebut tidak dilakukan.

“Jika dalam tiga hari ini eksekusi tersebut tidak dilakukan, wallahua’lam kemungkinan akan terjadi pergerakan selanjutnya.” katanya.

Seperti diketahui, hasil Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor:459/PANMUD/459K/PID.UM/2012/VII Mahkamah Agung menerima permohonan eksekusi, dan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Banten tertanggal 21 Juli 2011. Sofyan Ahmad dinyatakan tidak bersalah telah menggunakan Ijazah palsu. Dan mengembalikan nama baik, harkat dan martabat Sofyan Ahmad seperti semula. (ges)