Masih Banyak Pelaku Usaha di Kabupaten Tangerang Langgar PPKM

Masih Banyak Pelaku Usaha di Kabupaten Tangerang Langgar PPKM, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Masih Banyak Pelaku Usaha di Kabupaten Tangerang Langgar PPKM, Berita705

20210122_213149

TRUST TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sejak 11 Januari 2021.

Namun, aturan itu kenyataan masih banyak dilangar, diantaranya pembatasan jam operasional yang melebihi pukul 19.00 WIB.

Seperti yang terjadi di Jalan Sukamulya, depan perumahan mediterenia, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, masih terdapat sejumlah tempat usaha beroperasi diatas pukul 19.00 WIB.

Pantauan Trustkota.com di lokasi, sepanjang jalan tersebut sejumlah toko pakaian, warung makan hingga restoran masih menerima pelanggan sekira pukul 20.00 WIB.

Sejumlah tempat tersebut ramai didatangi pembeli. Ironisnya, mayoritas dari para pembeli tidak mengenakan masker dan tidak petugas yang menertibkan.

Dikonfirmasi, Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi Sentosa mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti atas pelanggaran PPKM tersebut.

“Terima kasih, saya akan langsung koordinasikan ke jajaran untuk ditindaklanjuti,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (22/1/2021) malam.

Bambang tak menampik pelanggaran PPKM masih banyak terjadi sejak aturan itu diberlakukan. Namun, menurutnya, selama PPKM, Satpol PP melakukan penindakan bersama TNI dan Polri.

“Khusus di tingkat kecamatan, ada satgas yang bekerja sendiri mulai dari Polsek dan Koramil. Penindakan dilakukan setiap hari selama PPKM termasuk untuk PKL di pinggir jalan,” ungkapnya.

“Sudah 7 tempat usaha sejauh ini yang kita telah berikan sanksi berupa denda. Sanksi denda Rp 25 juta untuk restoran dan tempat hiburan,” paparnya.

PPKM khusus di Banten berlaku untuk Tangerang Raya sejak 11-25 Januari. Aturan ini membatasi kegiatan mulai dari tempat hiburan, perkantoran hingga kapasitas tempat ibadah. (NST/RED)