Masalah Fasos-Fasum dan Aliran PDAM Mengemuka di Reses Fraksi PAN

Masalah Fasos-Fasum dan Aliran PDAM Mengemuka di Reses Fraksi PAN, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Masalah Fasos-Fasum dan Aliran PDAM Mengemuka di Reses Fraksi PAN, Berita259

Masalah Fasos-Fasum dan Aliran PDAM Mengemuka di Reses Fraksi PAN, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Masalah Fasos-Fasum dan Aliran PDAM Mengemuka di Reses Fraksi PAN, 259, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Masalah Fasos-Fasum dan Aliran PDAM Mengemuka di Reses Fraksi PAN

Anggota DPRD Kab Tangerang Tasripin saat menggelar reses (joewanda/TRUSTKOTA.com)
Anggota DPRD Kab Tangerang Tasripin saat menggelar reses (joewanda/TRUSTKOTA.com)

TRUSTKOTA TANGERANG- Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) di Perumahan Mustika, Tigaraksa mengemuka di Reses Tasripin, anggota DPRD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Tangerang.

Reses yang digelar di Perumahan Mutika Blok F, RW 009, Desa Martagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang  tersebut diawali dengan masalah fasos dan fasum yang belum tuntas di perumahan cukup tua di wilayah Kecamatan Tigaraksa tersebut.

Selain fasos-fasum, masalah infrastruktur yang masih rusak parah juga menjadi ajang curhat warga pada reses II tahun 2017 ini. Tidak hanya itu, aliran PDAM yang belum masuk ke perkampungan juga jadi persolan. Lantaran  warga di perkampungan juga ingin menikmati air bersih dan sehat.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Tasripin menjawab dan menanggapi berbagai keluhan yang keluar dari konstituennya di Dapil 1 tersebut dengan satu-persatu.

“Masalah fasos-fasum ini bukan kali pertamanya disampaikan warga dan kami pun telah berapa kali menyampaikan ke dinas terkait,” ujar Tasripin.

Tegas Wakil Ketua Fraksi PAN ini, setiap perumahan wajib menyediakan fasos-fasum kepada warga perumahannya dan menyerahkan kepada pemerintah setempat. “Agar warga bisa menikmati berbagai pembangunan. Karena perumahan yang belum menyerahkan fasos-fasum tidak bisa mendapat pembangunan dari pemerintah,” katanya.

Tasripin menyarankan, agar warga perumahan membentuk kelompok kecil yang fokus menginventarisir fasos-fasum. “Lalu lakukan audiensi dengan anggota DPRD, dan akan kami fasilitasi untuk memecahkan permasalah tersebut bersama dinas terkait dan pihak pengembang,” ucapnya.

Sementara, mengenai infrastruktur yang belum memadai di setiap lingkungan. Secara bertahap tentu akan dibangun oleh pemerintah secara bertahap. “Terlebih saat ini ada dana desa, saya rasa Kades pun bisa berperan aktif,” katanya.

Lebih lanjut, masalah PDAM yang belum mengairi perkampungan akan dirinya sampaikan kepada dinas terkait. “Saya akan sampaikan langsung ke pihak PDAM,” pungkasnya. (joe)