Maraknya Galian C Ilegal di Lebak, Distamben Lempar Tangungjawab

Maraknya Galian C Ilegal di Lebak, Distamben Lempar Tangungjawab, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Maraknya Galian C Ilegal di Lebak, Distamben Lempar Tangungjawab, Berita913

Maraknya Galian C Ilegal di Lebak, Distamben Lempar Tangungjawab, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Maraknya Galian C Ilegal di Lebak, Distamben Lempar Tangungjawab, 913, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Maraknya Galian C Ilegal di Lebak, Distamben Lempar Tangungjawab

Mahasiswa Unjuk rasa di Kantor Distamben Kabupaten Lebak, Kamis (18/12/2014).
Mahasiswa Unjuk rasa di Kantor Distamben Kabupaten Lebak, Kamis (18/12/2014).

LEBAK TRUSTKOTA – Aktivis Mahasiswa KUMALA, menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, dalam hal ini Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), tutup mata atas beroprasinya Galian C tak berizin di Kabupaten Lebak. Atas kekecewaannya itu, Kamis (18/12/2014), para mahasiswa ini, menggelar aksi demo di kantor Distamben Kabupaten Lebak.

Mereka meminta distamben setempat tidak tutup mata  terkait masih maraknya pertambangan ilegal di Kabupaten Lebak. Tak hanya itu, mereka menilai sikap Distamben yang tutup mata terhadap galian ilegal tersebut, memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Mereka mendesak Distamben segera mengambil langkah tegas dengan menutup  galian C yang tak berizin.

” Kami minta distamben tidak tutup mata terkait dengan masih maraknya aktivitas galian C ilegal. Kami minta Distamben menutup galian yang melanggar aturan di Kabupaten Lebak, ” Ujar korlap aksi Egi Setiawan dalam aksi demonstrasinya.

Menurut Egi, Pemkab Lebak berlomba-lomba mengeluarkan surat izin pertambangan dengan dalih untuk peningkatan PAD. Padahal, kata Egi, hasil yang didapat dari ijin galian C tersebut tidak sebanding dengan kerusakan infrastruktur jalan dan lingkungan  yang ada di Kabupaten Lebak ini.

” Mustinya, pihak pemerintah sebelum mengeluarkan izin terlebih dahulu mengkajinya terlebih dahulu. Jangan gampang memberi ijin begitu saja. Sebab yang merasakan dampak dari aktivitas galian tersebut adalah masyarakat, ” katanya.

Bahkan, kata Egi, masyarakat disekitar pertambangan, tiap hari disuguhi dengan jalan yang rusak dan licin, udara yang berdebu, air yang kotor, sawah dan kebun yang tercemar dan sebagainya. Masih kata Egi, pihaknya berharap pemerintah dalam hal ini melalui distamben kabupaten Lebak,harus lebih memperketat pengawasan aktivitas galian C yang ada di Kabupaten Lebak ini.

“Sebab, jika tidak hasilnya ya seperti ini. Masyarakat terus disuguhi dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak, licin dan berdebu, ” katanya.

Sementara itu Sekertaris Distamben Makmur Kholani yang didampingi Kabid Pertambangan Distamben Dede Sutisna yang menemui perwakilan pengunjuk rasa mengatakan, pihak distamben tidak memiliki kewenangan mengeluarkan izin pertambangan, segala perizinan diterbitkan oleh BMPPT, termasuk ijin pertambangan.

Sementara untuk penertiban, kata Makmur, itu merupakan kewenangan Satpol PP, bukan Distamben.  Distamben katanya, hanya melakukan pengawasan saja tidak lebih dari itu.

” Kami tidak tutup mata, Distamben tetap menempatkan petugas untuk tetap melakukan pengawasan terhadap para pengusaha atau aktivitas galian C yang ada di Lebak ini, ‘” Kilah keduanya.

Aksi demo Kumala di Kantor Distamben Lebak ini dimulai sekitar pukul 10.00 Wib dan berakhir sekitar satu jam kemudian dengan pengawalan ketat puluhan petugas kepolisian dari Polres Lebak dan Polsek Cibadak. (Riz/Ky)