Marak Perusahaan Bermasalah, SKPD Diminta Maksimalkan Pengawasan

Marak Perusahaan Bermasalah, SKPD Diminta Maksimalkan Pengawasan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Marak Perusahaan Bermasalah, SKPD Diminta Maksimalkan Pengawasan, Berita502

Marak Perusahaan Bermasalah, SKPD Diminta Maksimalkan Pengawasan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Marak Perusahaan Bermasalah, SKPD Diminta Maksimalkan Pengawasan, 502, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Marak Perusahaan Bermasalah, SKPD Diminta Maksimalkan Pengawasan

Pemerhati dari Lembaga Permata Bangsa (LPB) dalam sebuah kajian rutin
Pemerhati dari Lembaga Permata Bangsa (LPB) dalam sebuah kajian rutin

TANGERANG TRUSTKOTA – Pengawasan Satuan Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Tangerang dituding lemah. Hal itu disampaikan penggiat Lembaga Permata Bangsa (LPB) dalam menyoal maraknya perusahaan bermasalah, Senin (14/9/2015).

Menurut Agus Budi Aji, pemicu maraknya pelanggar perusahaan tidak lain karena lemahnya pengawasan dari pihak terkait. Seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD), dan Satpol PP Kabupaten Tangerang selaku penegek Perda.

Ungkap Agus Budi Aji, modus pabrik-pabrik yang bermasalah di Kabupaten Tangerang diantaranya berdiri tanpa adanya IMB, kurang kelengkapan perizinan, penyalahgunaan perizinan, tidak memiliki Amdal, izin HO dan sebagainya. Sehingga diperlukan pengawasan dari stake holder.

“Terlebih, Anggota dewan juga terkesan cuek,” sindirnya.

Ketua LPB yang didampingi beberapa pengurus seperti Abdul Qodil Jaelani dan Mahpudin menilai, kinerja Satpol PP sebagai penegak Perda di Kabupaten Tangerang juga kurang maksimal. Hal itu lantaran terkesan membiarkan keberadaan Pabrik Baja Xin Yuan Steel Balaraja dan Mid Town Kelapa Dua yang berdiri tanpa izin.

“Satpol PP seperti macan ompong. Cuma berani mengeksekusi pedagang kembang di Jalan Pemda saja. Coba eksekusi perusahaan yang bermasalah,” tegasnya. (joe)