Mantan Pejabat PJKA Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional

Mantan Pejabat PJKA Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mantan Pejabat PJKA Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional, Berita429

Mantan Pejabat PJKA Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mantan Pejabat PJKA Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional, 429, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mantan Pejabat PJKA Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional

Tersangka  IG (74), yang merupakan mantan pejabat di PJKA, saat di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Tersangka IG (74), yang merupakan mantan pejabat di PJKA, saat di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

TRUSTKOTACOM – IG (74), salah seorang pelaku penyelundupan narkotika yang berhasil digagalkan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, ternyata seorang pensiunan BUMN Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), Kamis (05/12/2013).

Pria lansia itu, kedapatan membawa sabu sebanyak 3.026 gram dari India. Dia transit ke sejumlah tempat dengan rute perjalanan dari Surabaya, Jakarta, Abu Dhabi, India, Abu Dhabi, Jakarta.

“Tersangka merupakan pensiunan PJKAI tahun 2001.Sebelumnya dia bertugas di Bandung,” kata Kepala Tim Sidik Satgas Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri AKBP Haryono.

Menurutnya, tersangka mengaku ke India untuk mencari bantuan dana sosial. Tapi saat ditanya, tersangka tidak bisa menjelaskan siapa orang yang ditemuinya, profesinya dan yayasannya.

“Dia hanya berkomunikasi lewat email dengan pemberi barang tersebut dan tidak pernah ketemu sebelumnya,” tandasnya.

Setiba di Bandara Soekarno Hatta, pada 20 November 2013 lalu, tersangka tertangkap tangan membawa barang haram tersebut yang disembunyikan di dalam kopernya.

“Nilai estimasi barang Rp4 miliar,” ujarnya..

Haryono menambahkan, tersangka terlibat dalam jaringan narkoba internasional. Pasalnya alasan yang dibilang tersangka tidak masuk akal.

“Untuk ke India, dia harus transit ke sejumlah tempat seperti Abu Dhabi. Dia juga tidak bisa menunjukkan bukti proposal perimtaan bantuan dana tersebut. Kemungkinan itu modus dia untuk mengelabuhi petugas,” pungkasnya. (ges)