Mantan Kepala BKD Lebak Resmi Ditahan

Mantan Kepala BKD Lebak Resmi Ditahan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mantan Kepala BKD Lebak Resmi Ditahan, Berita272

Mantan Kepala BKD Lebak Resmi Ditahan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mantan Kepala BKD Lebak Resmi Ditahan, 272, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mantan Kepala BKD Lebak Resmi Ditahan

Ilustrasi
Ilustrasi

LEBAK ,TRUSTKOTA – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rangkasbitung akhirnya menjebloskan mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lebak Ade Nurhikmat tersangka kasus dugaan suap penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) katagori dua (K2) Dinas kesehatan (Dinkes) Lebak tahun 2013, Kamis (22/1/2015) kemarin.

Tersangka yang sebagai staf bagian umum tersebut  dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Ragkasbitung setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan selama delapan jam diruang penyidik.

Berdasar informasi, pejabat eselon II tersebut diperiksa tim penyidik dari pukul 11.00 WIB diruangan Kasi Intelijen (Kasi Intel) dengan dicecar puluhan pertanyaan dari tim penyidik.

Selesai menjalani pemeriksaan, selang delapan jam kemudian menjelang petang sekitar pukul 17.30 WIB tersangka tidak langsung pulang.

Tidak lama kemudian, tersangka langsung dimintai naik kendaraan tahanan yang sudah disiapkan penyidik dihalaman kantor Kejari, dan langsung dibawa ke Rutan Rangkasbitung.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari setempat, Eko Baroto membenarkan, satu dari dua tersangka kasus K2, yaitu mantan kepala BKD ditahan oleh pihaknya. Tersangka, menjalani masa tahanan selama 20 hari terhitung sejak Kamis (22/1/2015) dan saat ini tersangka dititipkan di Rutan Rangkasbitung.

“Sebelum akhirnya ditahan, tersangka sebelumnya menjalani pemeriksaan selama delapan jam,” kata Eko Baroto, Jumat(23/1/2015).

Eko mengatakan, sesuai agenda, Kamis (22/1/2015) kemarin, pihaknya sebenarnya juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka lainnya, yaitu Vn mantan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak.

Akan tetapi, yang bersangkutan tidak hadir, karena alasan mendesak. “Kamis (22/1/2015), seharusnya tersangka Vn juga diperiksa. Tetapi, tidak hadir, dan yang bersangkutan sudah mengkonfirmasikan alasannya itu ke penyidik,” ujarnya.

Dalam kasus ini, Lanjut Eko, kedua tersangka dijerat pasal 12 hurup e
junto pasal 5 ayat 2 junto pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 junto UU
tindak pidana korupsi, dengan ancaman kurungan penjara antara 15 hingga 20 tahun.

Sangkaan ke duanya, yaitu karena telah menerima suap dari CPNS K2 kisaran antara Rp 10 juta hingga Rp 50 juta/ orang.

“Semuanya ada 35 honorer K2 di lingkungan Dinkes yang menyerahkan uangnya kepada tersangka Vi yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinkes.

Veni selanjutnya menyerahkan uang tersebut kepada tersangka Ad,”katanya (Riz)