Mahasiswa Unpam Gelar Penyuluhan Hukum kepada Masyarakat Tigaraksa

Mahasiswa Unpam Gelar Penyuluhan Hukum kepada Masyarakat Tigaraksa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Unpam Gelar Penyuluhan Hukum kepada Masyarakat Tigaraksa, Berita923

Mahasiswa Unpam Gelar Penyuluhan Hukum kepada Masyarakat Tigaraksa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Unpam Gelar Penyuluhan Hukum kepada Masyarakat Tigaraksa, 923, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Unpam Gelar Penyuluhan Hukum kepada Masyarakat Tigaraksa

Ketika Foto bersama Narasumber
Ketika Foto bersama Narasumber

TIGARAKSA,TRUSTKOTA – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang (Unpam), Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengadakan kegiatan penyuluhan hukum kepada masyarakat.

Penyuluhan hukum dengan tema Hak atas Tanah dan Kepemilikan Tanah oleh Masyarakat dilaksanakan di aula Kantor Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (25/02/2015).

Hadir dalam acara tersebut unsur Muspika Tigaraksa seperti Kepolisian, TNI dan pihak Kecamatan setempat yang diwakili Kasi Pemerintahan Apipudin dan Pjs Kades Bantar Panjang Isma serta puluhan masyarakat.

Penyuluhan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dibuka dengan berbagai pemahaman tentang hukum kepemilikan tanah dari Dosen Fakultas Hukum UNPAM Bahder Djohan Razak dengan moderator M. Irwan Bani Shaidan, mahasiswa UNPAM.

Koordinator Penyuluhan Hukum Universitas Pamulang (UNPAM) Hendra Setiawan mengatakan, penyuluhan yang dilakukan tersebut merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pertanahan.

“Tujuanya, agar masyarakat mengerti hak dan kewajiban dalam hal kepemilikan tanah,” kata Hendra Setiawan disela-sela penyuluhan.

Dijelaskan Hendra, salah satu alasan kenapa pihaknya mengadakan kegiatan penyuluhan di Tigaraksa, karena wilayah Kecamatan Tigaraksa merupakan daerah yang berkembang.

Salah satu narasumber pada penyuluhan tersebut Bahder Djohan Razak mengatakan, konflik sengketa tanah masih kerap terjadi ditengah masyarakat.

“Persolan tersebut muncul karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui hak-hak kepemilikan tanah atau surat-surat tanah” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pada penyuluhan ini, pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tatacara mengurus kepemilian hak tanah. Sehingga masyarakat bisa memahami tentang pentingnya hak kepemilikan tanah.

“Paling tidak masyarakat bisa paham tata cara kepengurusannya,” terangnya.   (Cun)

 

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait