Mahasiswa Tangerang Desak KPK Usut Tuntas Korupsi di Banten

Mahasiswa Tangerang Desak KPK Usut Tuntas Korupsi di Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Tangerang Desak KPK Usut Tuntas Korupsi di Banten, Berita128

Mahasiswa Tangerang Desak KPK Usut Tuntas Korupsi di Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Tangerang Desak KPK Usut Tuntas Korupsi di Banten, 128, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Tangerang Desak KPK Usut Tuntas Korupsi di Banten

Puluhan mahasiswa Tangerang, saat melakukan aksi.
Puluhan mahasiswa Tangerang, saat melakukan aksi.

TRUSTKOTACOM – Pasca ditangkapnya Tubagus Chaery Wardana adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosyah dan suami Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany oleh KPK, terkait kasus Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Lebak, puluhan Mahasiswa Kota Tangerang melakukan unjuk rasa mendukung KPK di Bundaran Tugu Adhipura, Jumat (04/10/2013).

Dalam aksinya, mahasiswa yang tergabung dalam BEM Fakultas Teknik dan FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) ini membakar keranda mayat sebagai simbol kehancuran kekuatan dynasti Ratu Atut Chosyah. Mereka juga mendesak KPK mengusut tuntas kasus tersebut serta menangkap Ratu Atut.

“Provinsi Banten ini sudah memasuki usia 13 tahun. Dua dekade dipimin oleh Gubernur Ratu Atut Chosiyah, tapi masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan dan justru semakin buruk. Pendidikan tertinggal, kesehatan mahal, kesejahteraan buruk dan korupsi yang menggurita di Banten,” kata koordinator aksi, Jaka Kelana.

Jaka menjelaskan, korupsi dana hibah dan bantuan sosial yang dilakukan oleh Gubernur sebesar Rp 340,46 miliar pada tahun 2011 sudah masuk ke KPK, tapi sampai saat ini belum ada titik terang. Ditambah lagi kemungkinan adanya penyelewengan terhadap pembangunan rumah dinas Rp 16,4 miliar, serta kasus lainnya yang berujung pada kesengsaraan rakyat.

“Tak menampik kemungkinan Gubernur juga terlibat dalam intervensi Pilkada Lebak, karena KPK telah mengeluarkan pencekalan terhadapnya untuk bepergian ke luar negeri. Kami akan terus mengawal perkembangan proses penyidikan KPK terkait penangkapan Tubagus Chaery,” tukasnya. (ges)