Mahasiswa Demo KPU Kabupaten Tangerang, Tuntut Komisioner Mundur

Mahasiswa Demo KPU Kabupaten Tangerang, Tuntut Komisioner Mundur, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Demo KPU Kabupaten Tangerang, Tuntut Komisioner Mundur, Berita419

Mahasiswa Demo KPU Kabupaten Tangerang, Tuntut Komisioner Mundur, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Demo KPU Kabupaten Tangerang, Tuntut Komisioner Mundur, 419, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Demo KPU Kabupaten Tangerang, Tuntut Komisioner Mundur

Mahasiswa mendemo KPU Kabupaten Tangerang, menuntut komisioner KPU mundur.
Mahasiswa mendemo KPU Kabupaten Tangerang, menuntut komisioner KPU mundur.

TRUSTKOTACOM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) Raya, melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tangerang, Jumat (09/05/2014).

Mereka menuntut agar komisioner KPUD Kabupaten Tangerang, mundur dari jabatanya lantaran tidak independen dalam menyelengarakan Pileg 9 April 2014 lalu.

“Penyelenggara Pemilu yang melakukan kecurangan harus ditindak tegas. Copot komisoner KPUD Kabupaten Tangerang. Kami juga menuntut agar ada rekapitulasi terbuka,” kata Yudi Handoko koordinator aksi demo.

Menurut Yudhi, Pileg 9 April 2014 lalu, di Kabupaten Tangerang, banyak menyisakan permasalahan serta pelanggaran, dimulai dari tahapan administratif sampai tahapan pelaksanaan.

“KPU Kabupaten Tangerang tidak independen dalam menyelenggarakan Pileg 9 April lalu. Bahkan ada komisioner KPUD yang diduga menerima sebuah mobil dari Caleg nakal,” ungkapnya.

Dalam aksi unjuk rasa yang dikawal ketat kepolisian dan Satpol PP tersebut sempat diwarnai ketegangan. Puluhan Mahasiswa yang berusaha mendekat ke gerbang KPUD dihalang oleh Satpol PP, sehingga terjadi aksi dorong-dorongan.

Sementara itu Komisioner KPUD Kabupaten Tangerang bagian hukum, Ramelan membantah tudingan dari Himata Raya. “Rekapitulasi penghitungan suara sudah kita lakukan sesuai dengan aturan. Mengenai tudingan adanya komisioner KPUD yang mendapatkan mobil dari Caleg, lihat saja apakah mobil Komisioner ada yang baru?,” pungkasnya. (Cun)