Mahasiswa Banten Endus Dugaan Penyelewengan Bantuan RTLH

Mahasiswa Banten Endus Dugaan Penyelewengan Bantuan RTLH, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Banten Endus Dugaan Penyelewengan Bantuan RTLH, Berita421

Mahasiswa Banten Endus Dugaan Penyelewengan Bantuan RTLH, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Banten Endus Dugaan Penyelewengan Bantuan RTLH, 421, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Mahasiswa Banten Endus Dugaan Penyelewengan Bantuan RTLH

PhotoEditor1440602799621

TRUSTKOTA SERANG–Mahasiswa Banten mengendus, adanya dugaan penyelewengan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2014 oleh Dinas Sosial (Dinsos), Provinsi Banten Banten.

“Persoalan RTLH tahun 2014 di Dinsos Banten tidak tepat sasaran, dan di lapangan ditemukan adanya indikasi penyelewengan,” Tuding Ahmad Solahudin, Wakil Ketua PKC PMII Banten, Jum’at (11/9/2015).

Ungkap Ahmad Solahudin, dugaan penyelewengan program bantuan RTLH di Desa Ketos, Kecamatan Kibin Kabupaten Serang. Ditemukan data yang tidak sinkron dari 62 data penerima bantuan hanya 40 Kepala Keluarga (KK) realisasinya.

“Jadi, terdapat 22 data sebagai penerima tidak menikmatinya bantuan RTLH,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Jayen ini menjelaskan, selain adanya manipulasi data penerima. Jumlah nominal bantuanpun terindikasi disunat. Hal itu jika dilihat dari sejumlah bentuk material yang disediakan.

“Anggaran Rp15 juta, tapi yang menerima cuma berkisar Rp8 juta sampai Rp9 juta saja,” tandasnya.

Mahasiswa mendesak Kepala Dinsos Banten Nandi Mulya bertanggung jawab atas adanya dugaan penyelewengan bantuan tersebut. “Bukan malah sembunyi dan tutup mata,” pungkas Jayen. (den/cun)