Lurah di Pamulang Diduga Terlibat Penyaplokan Situ

Lurah di Pamulang Diduga Terlibat Penyaplokan Situ, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Lurah di Pamulang Diduga Terlibat Penyaplokan Situ, Berita118

Lurah di Pamulang Diduga Terlibat Penyaplokan Situ, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Lurah di Pamulang Diduga Terlibat Penyaplokan Situ, 118, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Lurah di Pamulang Diduga Terlibat Penyaplokan Situ

IMG_20140107_174051

SERPONG TRUSTKOTA – Kasus penyaplokan lahan Situ Ciledug di Kelurahan Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diduga melibatkan aparatur wilayah setempat. Kini lahan seluas 2.000 meter persegi di lahan konservasi dan daerah resapan air itu telah diurug dengan material tanah.

Camat Pamulang, Suhendar, menegaskan telah mengingatkan Lurah Muhammad Saad, bawahannya agar tetap mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku. Ia tak menampik bila lahan tersebut bakal dijadikan lokasi hunian berupa cluster.

“Sudah saya ingatkan (lurah Saad), ikuti saja aturan dan ketentuannya. Itu yang tadi saya sampaikan ke beliau. Tugas kami hanya mengantarkan adanya rekomendasi, kalau masih ada yang kurang ya enggak ditandatangani,” kata Suhendar kepada Trustkota.com, Selasa (17/11/2014).

Informasi yang dihimpun di lapangan, kegiatan pembangunan yang terletak di RT 02/04 itu akan dibangun oleh pengembang PT Villa Pamulang. Perusahaan milik almarhum Jhoni Wantah dan kini diwarisi ke anaknya dituding sering menyaplok lahan Situ Ciledug untuk dibangun perumahan. Sedangkan untuk jalan konblok yang dibangun dari dana PNPM Mandiri di dekat lokasi pembangunan dibongkar kontraktor.

Di dekat lokasi kegiatan pembangunan cluster pun juga terdapat empang yang menyaplok lahan situ. Ketika ditanyakan, artinya rekomendasi perizinan pembangunan cluster tersebut belum sampai ke meja kerjanya dan Suhendar tidak akan menandatangani. Terkait dengan sanksi penyegelan menurut Suhendar menjadi kewenangan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel.

“Ya enggak juga, kalau memang yang bersangkutan bisa lewat jalur atas (tandatangan),” kilah Suhendar. Hingga berita ini diturunkan Lurah Saad tidak bisa dihubungi dan menghilang dari kantornya. Sekretaris Kelurahan Pondok Benda Hasan, ketika ditemui enggan mengomentari soal ini. “No comment (enggan berkomentar), silahkan tanyakan saja ke lurah,” terangnya.(Die/Dik)