Loloskan Pasangan Arief-Sachrudin, Puluhan Orang Demo KPU

Loloskan Pasangan Arief-Sachrudin, Puluhan Orang Demo KPU, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Loloskan Pasangan Arief-Sachrudin, Puluhan Orang Demo KPU, Berita289

Loloskan Pasangan Arief-Sachrudin, Puluhan Orang Demo KPU, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Loloskan Pasangan Arief-Sachrudin, Puluhan Orang Demo KPU, 289, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Loloskan Pasangan Arief-Sachrudin, Puluhan Orang Demo KPU

Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kota (Amkot) Tangerang, saat mendemo Kantor KPU.
Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kota (Amkot) Tangerang, saat mendemo Kantor KPU.

TRUSTKOTACOM – Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kota (Amkot) Tangerang, Rabu (17/07/2013), menggerudug Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang berlokasi di Jalan Nyimas Melati, Kota Tangerang. Puluhan orang itu menilai KPU Kota Tangerang melanggar aturan yang berlaku, dalam melaksanakan mekanisme tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).

“KPU talah melanggar Undang-undang No.32/2004 jo No.12/2008  Pasal 59, karena telah meloloskan pasangan Arief R Wismansyah – Sachrudin yang diusung Partai Demokrat (PD) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang jabatannya masih pelaksana tugas (Plt). Seharusnya, KPU menyatakan  pemberkasan dari Partai Demokrat dan PKB tidak memenuhi syarat,  atau berkas tidak lengkap karena ketua-nya belum definitif atau masih Plt,” kata Koordinator Aksi, Chandra Budiman, dalam orasinya.

Menurutnya, selain itu, mereka juga menilai KPU tidak tegas dalam menjalankan tahapan pemilukada. Pasalnya, KPU memberikan penangguhan pemeriksaan kesehatan kepada Sachrudin karena sakit. Padahal sebelumnya, setiap pasangan balon telah sepakat melakukan pemeriksaan pada tanggal 15-16 Juli.

“Pelaksanaan kesehatan sudah ditentukan jadwalnya. Kalau bisa ditangguhkan, berarti bikin aturan sendiri lagi.  Harusnya KPU bersikap tegas, kalau salah satu orang tidak bisa hadir saat pemeriksaan, tidak usah nyalon,” tegasnya.

Mereka menuntut Ketua KPU Syafril Elain mengklarifikasi permasalahan tersebut. Setelah diberikan izin, tujuh orang perwakilan kelompok tersebut masuk menemui Ketua KPU.

Ketua KPU Kota Tangerang Syafril Elain dalam penjelasannya menyatakan, bahwa persoalan pimpinan Partai Demokrat dan PKB yang berstatus Plt telah di konsultasikan ke KPU Provinsi dan KPU Pusat. Dan hasilnya, hal itu tidak menjadi masalah dalam syarat administrasi pencalonan.

“KPU telah memutuskannya dalam rapat pleno pada tanggal 13 Juli. Keputusan itu tidak akan dianulir. Kalau mau protes, silahkan ke partainya,” katanya. (ges)