LKS Berisi Bahasa Kotor Beredar di Kota Tangerang

LKS Berisi Bahasa Kotor Beredar di Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, LKS Berisi Bahasa Kotor Beredar di Kota Tangerang, Berita553

LKS Berisi Bahasa Kotor Beredar di Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, LKS Berisi Bahasa Kotor Beredar di Kota Tangerang, 553, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, LKS Berisi Bahasa Kotor Beredar di Kota Tangerang

Buku LKS
Buku LKS

TRUSTKOTACOM – Buku pelajaran sekolah yang seharusnya diisi dengan materi-materi positif, karena menjadi jendela dunia bagi para siswa dalam menimba informasi dan ilmu pengetahuan, kini tak lagi proporsional.

Buku-buku pelajaran sekolah itu sudah tidak seperti sebagaimana fungsinya, didalamnya terdapat kata-kata kotor.

Seperti yang terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 17 Kota Tangerang, Dewi Handayani, seorang wali murid kelas VII, mendatangi pihak sekolah karena mendapati buku Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia mengandung kata-kata kotor.

“Masa di buku LKS, Bahasa Indonesia ada kalimat goblok, tolol, bodoh. Dan itu dijadikan contoh dalam suatu soal, apa tidak ada bahasa lain. Apakah pihak sekolah tidak melakukan evaluasi. Itu sama saja ngajarin siswa berbahasa kotor” kata Dewi.

Hal tersebut amat sangat disayangkan, Anggota DPRD Kota Tangrang dari fraksi Partai Kesejahteraan Sosial (PKS), Hidayat.

“Harusnya pihak sekolah mengevaluasi kembali buku-buku apa saja dan dari penerbit mana saja yang akan dipilih untuk menjadi buku panduan disekolahnya” paparnya.

Hidayat menambahkan, meskipun LKS itu merupakan kebijakan gratis, namun seharusnya pihak sekolah harusnya tidak boleh lepas tanggung jawab dan melimpahkan semuanya kepada penerbit.

“Bahwa menjadi kewajiban pihak sekolah untuk menfasilitasi dan mempermudah dalam pengadaan LKS. Dalam hal ini pihak sekolah juga harusnya mengevaluasi isi dari buku sebelum melakukan pengadaan LKS tersebut. Hal ini jelas bisa memperburuk mental siswa, karena isi buku tersebut tidak sesuai definisi dunia pendidikan dan motto Ahlakhul Kharimah, saya berharap Dinas Pendidikan dan pihak sekolah bisa bersikap tegas dengan menarik kembali buku tersebut dari peredaran” pungkasnya.

Terpisah, Plt Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah seakan kaget mendengar kabar tersebut. Dirinya mengaku akan mencari tahu dan menindaklanjuti kabar beredarnya LKS yang mengandung kata-kata kotor itu.

“Sampaikan saja keluhannya di LKS mana, LKS ini kan buat adalah Dinas Pendidikan, nanti saya akan evaluasi,” katanya, usai mengikuti rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang. (ges)